Biasanya setiap orang Kristen berpendapat bahwa tidak ada keselamatan di luar Yesus Kristus, bahkan lebih sempit lagi tidak ada keselamatan di luar gereja. Adapun dasar yang dipakai adalah Yohanes 14:6: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku".
William Barclay menafsirkan ayat ini sebagai berikut: Memang banyak orang yang mengajar tentang jalan yang harus ditempuh, tetapi hanya Yesuslah jalan itu dan di luar Dia manusia akan tersesat. Banyak orang yang berbicara tentang kebenaran, tetapi hanya Yesuslah yang dapat mengatakan "Akulah kebenaran" itu. Orang lain mengajarkan tentang jalan kehidupan, tetapi hanya dalam Yesus orang menemukan kehidupan itu. Karena itu hanya Dia saja yang dapat membawa manusia kepada Tuhan.
Lain halnya dengan Samartha yang mengatakan bahwa dalam agama Kristen Yesus Kristus memang juru selamat, tetapi orang Kristen tidak dapat mengklaim bahwa juru selamat hanya Yesus Kristus. Demikian pula Yesus adalah jalan, tetapi jalan itu bukan hanya Yesus, sebab seperti dikatakan Kenneth Cracknell bahwa di luar agama Kristen pun dikenal banyak keselamatan.
Dalam agama Yahudi dikenal istilah Halakhah, yang secara harafiah artinya berjalan. Kata ini merupakan istilah teknis dalam pengajaran agama Yahudi yang berhubungan dengan semua materi hukum dan tatanan hidup sehari-hari. Istilah ini diambil dari Keluaran 18:20: "Kemudian haruslah engkau mengajarkan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan yang memberitahukan kepada mereka jalan yang harus mereka jalani dan pekerjaan yang harus mereka lakukan".
Dalam agama Islam konsep jalan itu terdapat dalam Sura 1:5-7: ".... Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan. Pimpinlah kami ke jalan yang lurus (yaitu), jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka..."
Dalam agama Hindu juga dikenal adanya jalan menuju moksha, menuju kelepasan dari kelahiran kembali, menuju keselamatan, yaitu Jnana marga atau jalan pengetahuan, Karma marga atau jalan perbuatan baik, serta bhakti marga yaitu jalan kesetiaan atau ibadah. Sedangkan dalam agama Budha dikenal Dhama pada, jalan kebenaran menuju nirwana.
Lalu bagaimana hubungan jalan-jalan ini dengan Kristus yang adalah jalan?
Ada berbagai penafsiran, di antaranya: ada banyak jalan kecil-kecil (path), tetapi hanya satu jalan besar (way) yaitu jalan Kristus. Atau ada yang mengatakan ada banyak jalan, termasuk jalan Kristus, tetapi hanya ada satu tujuan yaitu Allah.
Kalau kita memilih yang pertama, memang tidak cocok dengan semangat pluralisme agama-agama, tetapi lebih sesuai dengan teks Yohanes 14:6 Ada banyak jalan tetapi hanya ada satu jalan yang menuju Bapa, yaitu jalan Kristus.
Kalau memilih alternatif kedua, hal itu sesuai dengan semangat pluralisme tetapi persoalan tentang "Tidak seorang sampai kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" tidak terpecahkan. Dan dengan memilih alternatif kedua, berarti menempatkan Yesus sebagai jalan (cara) untuk mencapai suatu tujuan. Padahal menurut banyak penafsir Yesus itu bukan jalan (cara) untuk mencapai tujuan, tetapi Ia sendiri jalan sekaligus tujuan. Dalam teks dikatakan "Aku adalah... (tiga kata berikutnya mempunyai kedudukan yang sejajar) jalan, kebenaran dan hidup". Bukan Aku jalan menuju kebenaran dan menuju hidup, juga bukan Aku jalan kebenaran dan jalan hidup.
Penulis setuju bahwa di luar agama Kristen ada jalan (minhaj, marga, dhama pada), ada jalan kebenaran, ada keselamatan, tetapi tidak berarti bahwa jalan Yesus itu jalan yang luar biasa, sedangkan jalan yang lain jalan biasa. Lalu persoalannya adalah bagaimana kalimat "Tidak seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" harus ditafsirkan?
Konteks ayat ini adalah: Ketika itu Tuhan Yesus berkata kepada para murid-Nya. Ia pergi untuk menyediakan tempat bagi murid-muridnya, kemudian Ia akan kembali menjemput mereka, supaya di mana Yesus berada murid-murid juga berada di sana (Yohanes14:3). Kemudian Thomas berkata: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi, jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?
Dengan perkataan itu Thomas ingin tahu jalannya supaya bisa sampai ke tempat itu dengan cara dan kekuatannya sendiri.
Kemudian Tuhan Yesus menjawab: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak seorangpun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku". Yang dimaksud Tuhan Yesus dengan perkataan itu adalah: Thomas tidak dapat datang ke tempat itu dengan usaha dan kekuatannya sendiri. Kalau toh ia bisa datang ke tempat itu karena Tuhan Yesus yang membawa dia (Bandingkan dengan ayat 3 yang berkata: "Aku akan datang kembali membawa kamu"). Dengan kata lain kalau Thomas bisa datang ke tempat itu, semua itu semata-mata hanya karena anugerah Allah yang nyata dalam kehadiran Yesus Kristus.
Jadi persoalannya bukan di luar Kristus tidak ada jalan, tetapi bagi umat Kristen kita bisa sampai ke tempat di mana Kristus berada, itu semata-mata karena anugerah Allah. Inilah yang membedakan jalan yang ditempuh umat Kristen dan jalan-jalan lainnya. Di sana bukan tidak ada jalan, di sana bisa juga ada jalan, jalan di sana bukan kurang baik, sedang di sini lebih baik, tetapi memang jalan itu berbeda. Dengan demikian pemutlakan orang Kristen terhadap Yesusnya, tidak harus membuat orang Kristen menjadi eksklusif, atau menyamakan saja semua agama.
Kita yakin seyakin-yakinnya bahwa hanya Yesus Kristuslah yang membawa kita kepada keselamatan, tetapi kita juga tidak harus mengatakan di sana, dalam agama lain, sama sekali hanya ada kegelapan dan kesesatan. Kalau kita sendiri tidak rela orang menganggap dalam kekristenan hanya ada kegelapan dan kesesatan, mengapa hal yang sama kita tujukan kepada orang lain.
Apakah pandangan itu tidak memperlemah semangat Pekabaran Injil? Tidak, hanya harus ada orientasi baru tentang Pekabaran Injil.
Pekabaran Injil harus dipahami seperti pemahaman Yesus Kristus sendiri: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik (mengabarkan Injil) kepada orang-orang miskin, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang" (Lukas 4:18-19).
Memberitakan Injil tidak lagi dipahami sebagai kristenisasi, tetapi kristusisasi. Menambah jumlah orang-orang yang diselamatkan dan menjadi anggota gereja bukan tujuan pekabaran Injil, tetapi sebagai akibat atau buah pekabaran Injil: "mereka disukai semua orang dan setiap hari Tuhan menambahkan dengan "orang-orang yang diselamatkan" (Kisah Para Rasul 2:46). Buah pekabaran Injil ini mungkin tidak segera kita nikmati dalam kehadiran mereka di gereja, tetapi mungkin pada waktu dan di tempat lain.
Apakah pemahaman Pekabaran Injil ini tidak sama saja dengan pemahaman sebelumnya? Tidak, pada pola pemahaman yang pertama mengesampingkan sikap toleransi yang karenanya dapat menimbulkan kecurigaan bahkan konflik sosial. Dan sering kekristenan mereka yang "bertobat" lebih bersifat emosional. Sedangkan pola pekabaran Injil kedua, sangat bersikap tenggang rasa dan toleran dan bahkan mungkin pekabaran Injil bisa dilakukan dengan kerjasama antar agama. Dan kalau akhirnya ada yang menjadi anggota gereja, kekristenan mereka tidak bersifat emosional, tetapi dengan kesadaran penuh.
Post yang sama yg saya tulis di AFFI, di setiap paragraph, terdapat ide teologis yang bertentangan dengan pemahaman Islam.
Kuasa penghakiman, Yesus tidak mendapatkannya dari Allah... kuasa penghakiman di hari akhir tidak berada di tangan Allah, tapi di tangan maut. Dan Yesus tidak diberi... tapi merebutnya dari tangan maut Tuhan. Itu benar dan kudus. Tidak ada satupun sifat jahat dan kesalahan ada padaNya. Kebenaran Tuhan mutlak. Berarti tidak bisa salah, dan tidak bisa bersekutu dengan kesalahan. Saya percaya bagi setiap insan yang percaya adanya Tuhan yang benar, hal di atas adalah masuk akal. Pada masa penciptaan manusia, Tuhan ingin menciptakan manusia dalam rupa dan gambar Allah. Dalam esensinya yang benar dan baik dan bukan merupakan suatu kesalahan atau kejahatan.
Quote:
Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
Ikan yang hanya hidup di dalam air. Tidak perlu mengerti ada udara dan ada air untuk hidup Manusia yang hanya hidup kudus. Tidak perlu mengerti ada yang baik dan ada yang jahat untuk hidup
Ikan kemudian mengerti ada udara dan ada air Manusia kemudian mengerti ada yang baik dan ada yang jahat
Ketika ditarik dari air, Ikan akhirnya mengerti apa itu udara tapi akhirnya harus menunggu kematian Ketika ditarik dari kebenaran, Manusia akhirnya mengerti kesalahan tapi akhirnya harus menunggu kematian
Di atas itu adalah hukum kebenaran Tuhan. Hukum yang sudah ditetapkan jauh sebelum dunia diciptakan, esensi keberadaan dan kebenaran Tuhan itu sendiri bahwa kebenaran tidak bisa bersekutu dengan kesalahan. Ah, andaikata manusia betul seperti ikan, hidupnya bisa dikembalikan seperti ikan yang dilemparkan kembali ke air.Tapi kebenaran tidak se-simple itu, kebenaran adalah mutlak. Hukuman dosa adalah maut, dosa sekecil apapun tidak bisa ada bersama-sama dengan kebenaran. Itu adalah kursnya, itu adalah nilai tukarnya.
Tetapi dalam kasih Allah, rencana kelahiran kita, harus tetap dilaksanakan, karena kita... bukanlah kebetulan... kita... bukanlah kecelakaan... kita adalah yang dikasihi Allah. Allah yang sudah merencanakan setiap jengkal tubuh dan kehidupan kita bahkan sebelum dunia dijadikan. Bagaimana bisa karena dosa Adam, semua rencanaNya yang penuh kasih dan indah untuk setiap kita dibatalkan? Dan Dia adalah Tuhan! Tuhan yang konsisten dalam segala perkataanNya, apa yang diucap itu yang akan dilaksanakanNya. Tetapi kita yang tersesat ini... diinginiNya untuk kembali bersekutu dengan Dia.
Quote:
Yakobus 4:5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!"
Adam, adalah penguasa bumi. Di atas pundaknya dipercayakan oleh Allah bumi dan segala isinya, dan Adam adalah raja atas seluruh bumi
Quote:
Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Tetapi raja itu sudah ditaklukkan, raja tersebut sudah kalah atas dosa, dan seluruh kerajaannya ikut takluk dan dikalahkan dalam belenggu maut. Bumi, isinya, dan seluruh keturunan-keturunan Adam. Seluruh keturunan Adam, tidak bisa menghindar dari cap stempel atas apa yang disebut Bangsa Pesakitan, Kaum Terhukum, Umat yang Hina... yang harus dihukum mati.
Dan manusia, tidak bisa menyelamatkan dirinya dengan segala perbuatan baik. Karena apa artinya perbuatan baik yang dilakukan oleh terhukum mati? Bisakah itu menghapus dan membatalkan segala vonis-nya? Toh, satu perbuatan jahat yang dilakukannya akan menghapuskan segala apa yang baik dari daftar kehidupannya. Karena sebagaimana seorang anak raja menjadi pangeran, dan menggantikannya sebagai raja. Demikian pula, seorang anak pesakitan menanggung aib ayahnya.
Manusia sudah begitu parah terbukti adalah makhluk pesakitan, mereka gemar berbuat dosa.
Hawa yang lahir dari pria sudah tergoda dengan keinginannya dan berbuat dosa
Adam yang lahir tanpa pria dan wanita sudah tergoda oleh sesamanya dan meniru perbuatan dosa
Kain dan kita semua yang lahir dari pria dan wanita sudah tergoda oleh hawa nafsu dan berbuat yg lebih jahat
Tapi terpujilah Tuhan, hikmatnya melampaui segala akal. Manusia masih bisa dibuktikan tidak berdosa, manusia masih punya satu kesempatan pembuktian. Melalui seorang Anak Manusia, yang tidak mewarisi aib dari ayahnya, karena Dia lahir dari perempuan.
Tetapi Tuhan tidak akan mengambil resiko apa-apa lagi. Karena Dia adalah Allah yang menyelamatkan umatNya. (Phi 2:6 ) Yesus yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan Dia mengemban misi yang berat yaitu menjadi seorang manusia yang tidak berdosa.
Dan dalam rupa seorang hamba, menjadi sama dengan manusia, Yesus akan merasakan segalanya... kemiskinan, kesakitan, hinaan, celaan, ancaman siksaan dan kematian. Semua hal yang oleh manusia yang terhilang akan menjadi alasan yang kuat untuk membenarkan diri mereka sendiri untuk berbuat dosa. Tanpa perasaan itu semua tidak ada artinya kesucian yang dijalaniNya. Dan atas itu semua, tidak ada satu titikpun yang dihapuskanNya dan dilanggarNya dari Hukum Taurat.
Hukum Taurat, Hukum yang diberikan oleh Allah kepada bangsa pilihanNya Israel, sebagai syarat untuk datang kepadaNya. Hukum yang olehnya manusia mengenal apa itu dosa dan pelanggaran. Hukum itu semua digenapiNya tanpa cacat dan atas itu Yesus telah berperan sebagai imam yang memulihkan hubungan antara manusia dengan Tuhan. Karena ketika manusia berhasil menggenapi perjanjiannya dengan Tuhan hubungannya dipulihkan.
Quote:
Filipi 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Atas itu semua, Yesus tetap mati, dibunuh oleh manusia yang sudah tidak mengenali lagi Tuhannya, manusia yang sudah menjadi terlalu keji. Dan tidak cukup dengan keinginan membunuhnya, manusia menyiksa, mencemooh, meludahi, mempermalukan, menelanjangi dan menyalibkannya. Dan tidak cukup dengan dibunuh di atas kayu salib. Manusia masih mengolok-olok, mencemooh lagi segala apa yang dilakukanNya, selama 2000 tahun.... tanpa pertobatan... sungguh waktu yang cukup panjang.
Quote:
Filipi 2:9-11Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Tetapi tidak ada satupun yang bisa tersembunyi di hadapan Tuhan. Allah yang Maha Mengetahui. Dan di dalam kematian Yesus, maut sudah salah menghukum. Karena manusia itu tidak berdosa, dan MAUT TIDAK LAYAK MENGHUKUMNYA!! Oleh karena itu, maut tidak punya hak lagi menghakimi manusia, karena maut hukum yang ditetapkan Tuhan, telah salah menghukum.
Quote:
1 Korintus 15:55-56 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
Tetapi orang itu tidak berdosa, dan orang itu tidak melanggar hukum Taurat, jadi sekali lagi "Hai Maut, dimanakah sengatmu?". Kuasa penghakiman di hari akhir, bukan lagi milik maut, dan jelas otomatis semuanya itu berpindah ke tangan Yesus, yang sudah mengalahkan sengat maut. Dan kuasa penghakiman, direbut dengan darahNya yang tertumpah di atas kayu salib.
Dan dalam kekalahan maut, ada kebangkitan atas kematian. Tetapi tanpa kematian Yesus, tidak ada kebangkitan. Semua siksaan itu dilaluiNya supaya anda dan saya juga berhak bangkit dari kematian, lolos dari hukuman maut. Tetapi barangsiapa tidak mengakui kematian dan kebangkitan Yesus, juga tidak mengakui kekalahan maut. Barangsiapa tidak mengakui kematian dan kebangkitan Yesus, lebih mencintai maut daripada fitrahnya sendiri. Sama seperti bangsa Yahudi, yang lebih memilih seorang penjahat sadis, dibanding orang yang tidak bersalah
Quote:
Mat 27:21-23 Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka: "Barabas."
Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!"
Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!"
Oleh karena itu, dalam kebangkitan atas kematian, manusia yang sebelumnya tidak berpengharapan, pesakitan yang harus dihukum mati, terbebas dari pengadilan maut. Dan dihari akhir mereka akan diadili dalam kasih karunia Yesus, dan hanya melalui Dia yang menjadi hakim yang adil, manusia dapat kembali kepada Tuhan.
Quote:
Yohanes 14:6-7 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
Engkau akan dihakimi oleh Yesus, dan hanya karena engkau dikenali oleh Yesus engkau akan dapat kembali kepada Bapa. Dan hanya dengan hidup dalam pengenalan akan Yesus engkau baru bisa dikenali oleh Yesus. Dan langkah pertama untuk bisa hidup dalam pengenalan akan Yesus, kenalilah Dia, dan terimalah sebagai juruselamatmu pribadi.
Quote:
1 Korintus 6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
Engkau sudah ditebus! Dan harganya sudah lunas dibayar, dengan darah, siksaan, cemooh dan nyawa di atas kayu salib. Sampai kapan hai manusia, kekejian menjadi keinginan hatimu? Sampai kapan engkau mau kembali ke fitrahmu, makhluk yang diciptakan untuk bersekutu dengan penciptaNya? Sama seperti budak, yang dibelenggu oleh ikatan dosa. Engkau sudah ditebus dan lunas dibayar, tetapi kenapa hatimu menolak, dan lebih menyukai belenggu perbudakan?
Quote:
Joh 3:16-21 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."
Engkau sudah ditebus! Harganya sudah lunas dibayar. Perjanjian baru telah ditetapkan, dan dosa nenek moyangmu sudah tidak ditanggungkan lagi pada dirimu. Tapi engkau bertanggung jawab pada setiap pilihan yang engkau putuskan.
Quote:
Yeremia 31:29-35 Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu, melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu.
Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.
Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."
Beginilah firman TUHAN, yang memberi matahari untuk menerangi siang, yang menetapkan bulan dan bintang-bintang untuk menerangi malam, yang mengharu biru laut, sehingga gelombang-gelombangnya ribut, --TUHAN semesta alam nama-Nya:
Dalam perintah, hanya ada pelanggaran. Bukankah Adam dan Hawa, melanggar perintah yang jelas dengan cara menafsirkannya?
Demikian pula, segala perintah hukum Taurat, apa yang tertulis dengan jelas dan sempurna, tidak ada artinya bagi manusia, karena dengan hati yang jahat mereka akan menafsirkannya dan membelokkanya.
Tetapi hati yang takut akan Tuhan, hati yang mengenal Tuhan dan hati yang mencintai Tuhan.. akan meluruskan segala sesuatu
Tuhanmu adalah Tuhan yang mengenal siapa engkau, Tuhan yang mengasihi dan rindu ingin memeluk engkau kembali. Sampai kapankah engkau akan mengeraskan hatimu hai anak yang terhilang? Dan dalam perjanjian baru, apa yang engkau putuskan adalah apa yang akan menjadi pilihan hidupmu dan hatimu. Dan atas itu semua engkau akan dihakimi.
Quote:
Matius 11:28-30 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
Quote:
Wahyu 3:20-21 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.
Apa yang ada dalam benak anda dengan istilah “mengampuni” ?
Yesus mensyaratkan pengampunan dalam arti yang amat mendasar, yaitu keharusan bagi si pengampun untuk membayar harga, harga tebusan!
Allah yang Maha Kuasa memang berkuasa mengampuni kita di setiap waktu, namun dosa kita tidak bisa diampuni begitu saja karena Allah juga Adil, dan konsekwen dengan hukum-pokok keadilanNya adalah Dia harus menghukum setiap dosa yang kita perbuat.
Di satu pihak Allah itu Maha Kasih, mau dan bisa mengampuni. Tetapi di lain pihak Allah itu Maha Adil, apabila hanya sekadar “melupakan” atau “membiarkan” kesalahan seseorang tanpa mempertanggung-jawabkannya dengan suatu harga, yaitu yang disebut penebusan.
Anda bertanya, mengapa ada harga yang terlibat?
Ya, pemahaman kita atas Azaz Pengampunan cenderung larut menurut arti populer saja, bukan arti murninya.
Untuk mencernakannya kembali, kini pikirkanlah ada seorang anak Anda yang berbuat dosa terhadap Anda, misalnya ia memberontak dan membakar tas kantor Anda. Anda-pun marah. Mengapa?
Karena anda merasa dirugikan oleh perbuatan tersebut. Akhirnya sang anak sadar akan perbuatan kesalahannya dan minta pengampunan, dan anda rela mengampuninya.
Mengampuni adalah rela membayar harga tebusan Ketika anda rela mengampuninya, itu IDENTIK dengan anda rela menyedot dan membayar harga kerugian yang tadinya anda rasakan, yaitu kerugian moril maupun materiil. Anda mengampuninya dengan jalan menebus harga tersebut! Jadi, dalam setiap pengampunan ada harga yang harus dibayar, yang menuntut suatu penebusan!.
Kini, karena sudah ditetapkan Allah sendiri bahwa setiap pelaku dosa harus dihukum mati dalam kekekalan (dengan istilah “upah dosa adalah maut”, Kejadian 2:17, Roma 6:23), maka manusia tidak mungkin bisa membayar harga sebesar itu dengan usaha amal-ibadah atau cara apapun. Itu sama halnya dengan hukuman mati di pengadilan yang tak bisa dilunaskan dengan jasa apapun yang pernah dibuat oleh si terhukum!
Diperlukan pertolongan dan kekuatan dari luar sebagai penyelamat atau penebus.
Dicontohkan satu kasus tebusan sebagai berikut :
Ada cerita tentang seorang wanita muda yang tertangkap di diskotik ketika sedang diadakan razia narkoba oleh aparat negara. Ia dihadapkan ke meja-hijau. Jaksa penuntut membacakan dakwaan dan tuntutan. Maka, sang Hakim-pun bertanya kepada si tertuduh : “Anda bersalah atau tidak bersalah?”
Gadis tersebut mengaku bersalah, minta ampun dan ingin bertobat. Namun sang Hakim yang adil itu tetap mengetuk palunya mendenda Rp. 10,000,000.-- atau penjara 3 bulan. Tiba-tiba terjadi hal yang mengagetkan semua orang dalam sidang tersebut. Sang Hakim turun dari kursinya sambil membuka jubahnya. Ia segera menuju kursi si terhukum, mengeluarkan uang 10juta dari tas-nya untuk membayar denda si gadis. Mengapa? Ternyata sang hakim tersebut adalah bapak dari si gadis. Walau bagaimanapun cinta yang bapak kepada anak-gadisnya, ia tetaplah Hakim yang adil dan tidak bisa berkata : “Aku mengampuni kamu, karena kamu menyesal dan bertobat”. Atau mengatakan : “Karena cintaku kepadamu, maka Aku mengampuni kesalahanmu”.
Hukum keadilan tidak memungkinkan sang Hakim mengampuni dosa anaknya dengan sesukanya “tanpa prosedur harga”. Maka ia yang begitu mengasihi anaknya bersedia turun dari kursi dan menanggalkan jubah kehakimannya, lalu menjadi wali untuk membayar harga denda. Inilah jalan satu-satunya bagi seorang hakim yang adil untuk memberi pengampunan bagi seorang terhukum yang dikasihinya
Dan inilah analogi untuk Yesus Kristus yang menanggalkan jubah keilahianNya dan turun ke dunia menjadi manusia demi untuk membayar harga MAUT di kayu salib, yang tidak sanggub dibayar oleh si pendosa sendiri yang sudah terhukum mati. Yesus telah mengatakannya secara lurus, tanpa usah tafsiran, bahwa ‘Anak Manusia (Yesus) datang untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan (nyawa) bagi banyak orang’ (Markus 10:45).
Maka hak-qisas (hukum pembalasan yang setimpal) terhadap hutang nyawa, kini dipenuhi dalam kematian Yesus bagi manusia : “nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan… luka ganti luka, bengkak ganti bengkak” (Keluaran 21:24). Demi menebus kematian Anda dan saya!.
Allah bebas tidak terbatas? Menghalalkan segala cara demi kasihNya
Disini, teologi agama-agama yang tidak mengenal konsep penebusan Yesus (tidak mengimani anugerah Ilahi), melainkan hanya menganal konsep usaha diri dalam mencari ridha Allah lewat ibadah-amal-pahala, akan menemui dilema yang besar. Mereka tidak mempunyai cara apapun untuk merekonsiliasikan kedua sifat Allah yang saling menentang, yaitu Maha Kasih versus Maha Adil.
Bagaimana Allah bisa-bisanya Maha Kasih (yang mengampuni dosa), padahal Ia juga Maha Adil(yang menghukum dosa), sungguh kontradiktif!
Sebab, jikalau Allah menghalalkan diriNya secara bebas dalam mengampuni, semata-mata karena Ia Maka Pengasih dan penyayang, maka tentulah Ia Non-Adil, karena berkolusi, dengan tidak menghukum dosa yang seharusnya tidak dihukum. Pengampunan model begini adalah keputusan tanpa dasar apapun kecuali sewenang-wenang. Allah yang Maha Adil, Maha Benar dan Suci itu sungguh tidak bisa begitu saja menyebut “putih” atas sesuatu yang sebenarnya “hitam”. Hukum dan Jalan Allah itu lurus, dan itu yang menjadikan diri Allah terbatas, karena Ia tidak bisa keluar batas dengan mengingkari diriNya sendiri :
*2 Timotius 2:13
jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.
Walau demikian, masih banyak orang menafsirkan bahwa Allah itu adalah Pencipta Hukum. Jadi Dia berdaulat dan berdiri sepenuhnya diatas hukum, tidak ada yang bisa membatasi Allah!.
Namun, Alkitab menjelaskan bahwa Tuhan “dibatasi” oleh hakikat keberadaanNya sendiri, bukan oleh pihak luar manapun. Dia sepenuhnya dapat dipercaya dan konsisten dengan Apa yang diucapkanNya. Dia selalu berkiprah dalam jalur/ batas ucapan dan hukumNya.
Dia tidak berdiri di atas Hukum.
Melainkan diriNya adalah HukumNya, dan HukumNya adalah diriNya.
Dia tidak berubah, dahulu, sekarang dan selamanya!
Maka, Firman Allah itu selalu benar dan kekal, tak ada ayat-ayat susulan yang bisa membatalkan atau menggantikan ayat-ayat terdahulu. Allah yang Maha Tahu dan Benar tidak mengkoreksi diriNya sendiri, dengan alasan apapun!
Makin Dia mengkoreksi, dan makin memberi alasan, makin bukan Allah-lah Dia.
Blessings,
DOMBA KORBAN
Oleh: Dr. Suhento Liauw
Ide tentang Domba korban itu bukan sesuatu yang baru. Banyak orang bahkan pernah menyaksikan sekumpulan domba atau kambing sedang dipersiapkan untuk dijadikan korban.
Mengapa Mempersembahkan Korban?
Banyak pemimpin agama mengajar umat mereka untuk mempersembahkan korban. Namun sering kali tidak mengajarkan alasan dan tujuan dalam mempersembahkan korban. Akhirnya, mereka menghasilkan umat yang hanya sekedar menurut saja, tanpa memahami makna perbuatan mereka sendiri
Sesungguhnya domba korban diperlukan manusia setelah umat manusia jatuh ke dalam dosa. Allah pencipta langit dan bumi adalah Allah yang maha suci, yang tidak bisa berkompromi dengan dosa atau kejahatan, yang sekecil apapun. Ia pasti akan menjatuhkan penghukuman terhadap siapa saja yang berbuat dosa. Ia tidak akan memandang amal mereka, karena amal mereka tidak dapat menghapuskan dosa mereka, melainkan hanya membuat mereka lebih terhormat di hadapan manusia. Tidak ada amal yang dapat menghapuskan dosa! Manusia yang bodoh saja tahu, bahwa orang yang telah melakukan pembunuhan itu perlu dihukum, bukan disuruh berbuat amal, apa lagi Tuhan. Mungkinkah Tuhan yang sanggup menciptakan langit dan bumi tidak memakai cara yang benar, melainkan membiarkan manusia berdosa memakai amal untuk menutupi dosanya?
Sebagai contoh, kalau seseorang tertangkap mencuri sesuatu, maka ia akan dijatuhkan hukuman terkurung di dalam penjara untuk suatu jangka waktu. Setelah ia menjalankan penghukumannya, maka hutang dosanya telah terlunaskan di hadapan hukum. Demikian juga prinsip hukum Tuhan berlaku. Prinsip tata-hukum manusia itu pada hakekatnya berasal dari prinsip tata-hukum Tuhan. Karena Tuhanlah yang memberikan akal budi kepada manusia.
Ide tentang korban itu dihasilkan dari prinsip penjatuhan hukuman. Sama artinya dengan penjatuhan hukum denda terhadap orang yang bersalah. Artinya, karena kesalahannya, seseorang perlu membayar ganti rugi atau menerima penghukuman. Bisa berupa hukuman badan (cambuk atau penjara), atau berupa hukuman materi (denda uang atau barang). Orang-orang yang mempersembahkan sesajian itu sebenarnya bermaksud datang untuk membayar ganti rugi kesalahannya secara
materi.
Adam dan Hawa tahu persis, bahwa Allah tidak mungkin berkompromi terhadap dosa yang telah mereka perbuat. Karena mereka adalah orang pertama yang jatuh ke dalam dosa, maka pasti mereka mengetahui, atau setidaknya mereka mendengar tentang akibat dosa mereka, dan juga cara untuk mendapatkan pengampunan. Setelah mereka mengetahui bahwa cara untuk mendapatkan pengampunan itu ialah menjadikan seekor domba sebagai korban pengganti mereka sementara menunggu "domba Allah" yang sedang dipersiapkan, maka tentu mereka meneruskan ajaran itu kepada anak cucu mereka.
Dalam cerita Kain dan Habel, terkandung makna bahwa pada prinsipnya mereka tahu dengan jelas tentang jalan keselamatan. Tetapi rupanya Kain tidak serius dalam menanggapi makna jalan keselamatan yang diajarkan Allah. Sedangkan Habel lebih berhikmat, dan tulus, sehingga dia menuruti tata-cara yang dikehendaki Allah.
Apa yang dilakukan oleh Kain itu hampir sama dengan tindakan orang- orang yang mempersembahkan sesajian yang berupa makanan, buah-buahan, dan berbagai benda materi lain. Mereka berpikir bahwa dengan mengganti rugi secara materi maka dosa mereka akan diampuni. Atau, hanya dengan motivasi untuk sekedar mempersembahkan apa yang ada pada mereka tanpa menghiraukan kehendak Allah. Karena Kain seorang petani, ya... dipersembahkannyalah hasil pertaniannya. Prinsip dan caranya dikuti oleh kebanyakan manusia di dunia ini. Mereka seolah-olah berkata, "Tuhan seharusnya mengerti keadaan saya dan menuruti jalan dan cara saya."
Namun Habel mempersembahkan domba yang tak bercacat. Tentu saja Tuhan berkenan kepada persembahan Habel. Ia telah melakukan tepat seperti kehendak Tuhan, yaitu seperti yang didengarnya dari orangtuanya. Mereka harus percaya kepada Penyelamat yang akan dikirim Allah, dan sebelum Penyelamat itu datang untuk menanggung dosa mereka, domba adalah gambaranNya. Kain juga pasti mendengar hal yang sama, tetapi mungkin karena dia tidak rela mematuhi perintah Tuhan, maka dipilihnya jalan yang baik menurut pendapatnya.
Ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, mereka merasa sangat malu, juga merasa segan untuk bertemu dengan Allah. Mereka menyadari akan kesalahan mereka. Karena kesalahan mereka, Allah menyembelih seekor binatang dan memakai kulit binatang itu untuk menutupi tubuh mereka. Arti "korban" yang sebenarnya ialah "pihak yang menerima akibat atas kesalahan pihak lain." Kalau ia menerima akibat kesalahannya sendiri, itu bukan korban, melainkan upah perbuatannya. Binatang korban adalah binatang yang dibunuh untuk kesalahan seseorang. Ia dinamakan binatang korban, karena tujuan kematiannya itu sebagai korban.
Allah telah menetapkan untuk memakai domba sebagai gambaran tentang Sang Penyelamat yang akan dijadikan korban penghapus dosa. Allah tidak memilih babi, anjing maupun ayam, apa lagi sayur-sayuran. Apa makna dibalik ketetapan untuk memakai domba sebagai binatang korban? Tentu karena domba memiliki sifat-sifat khusus yang cocok untuk melambangkan Sang Penyelamat yang akan diutus. Dan, keadaan domba yang tak bercacat melambangkan kesucian. Kalau tidak melambangkan sesuatu, berarti binatang apa saja bisa dijadikan korban, sesuai dengan apa yang dimiliki oleh seseorang. Domba yang tak bercacat itu melambangkan bahwa Penyelamat yang akan datang untuk menyelamatkan manusia dari penghukuman itu adalah pribadi yang tidak berdosa.
Orang yang mengorbankan domba atas dosanya, harus mempercayai janji Allah, yaitu janji pengiriman seorang Penyelamat. Tanpa beriman kepada Sang Penyelamat, sekalipun mereka mempersembahkan seribu ekor domba, dosa mereka akan tetap tak terhapuskan. Sebab, kalau dosa dapat terhapuskan hanya melalui penyembelihan domba, maka orang kaya pasti akan lebih gampang masuk Surga, berhubung mereka memiliki lebih banyak uang untuk membeli domba.
Tentu pertanyaan berikut akan muncul, "mengapakah manusia yang berbuat dosa, tetapi domba yang menjadi korbannya?" Seharusnya, karena manusia yang berdosa, maka manusia jugalah yang harus menanggungnya, bukan domba. Benar, berikut ini ada beberapa prinsip kebenaran yang harus diingat untuk mengerti rahasia illahi.
1. Pertama, setiap manusia yang berdosa pasti akan dihukum.
2. Kedua, manusialah yang harus menganggung dosa manusia, bukan binatang.
3. Ketiga, orang berdosa tidak bisa menjadi penanggung dosa orang lain, karena ia sendiri harus menanggung dosanya sendiri. Hanya orang yang tidak berdosa yang dapat menjadi penanggung dosa orang lain.
4. Keempat, tidak ada orang benar di dunia ini. Satu orang pun tidak ada. Benih dosa Adam dan Hawa telah diturunkan kepada setiap manusia yang lahir dari mereka. Tanpa perlu diajar, semua manusia cenderung berbuat dosa.
Hanya ada satu jalan untuk menyelesaikan dosa manusia. Yaitu melalui seorang manusia yang tidak berdosa yang rela menggantikan manusia berdosa menerima penghukuman. Mungkinkah ada seorang manusia yang tidak berdosa yang rela menanggung dosa orang lain? Mungkin ada orang yang berani mati bagi seseorang yang sangat dikasihinya, bahkan ia rela menanggung dosa kekasihnya di Neraka. Namun, jika ia sendiri juga seorang berdosa, ia tidak layak menjadi penanggung dosa, karena ia sendiri termasuk yang akan dihukum di Neraka. Hukuman yang diterimanya di Neraka itu adalah porsi untuk dirinya, bukan porsi orang lain yang ditanggungnya. Adakah orang yang tak berdosa yang secara sukarela menyerahkan diri menjadi penanggung dosa?
Bagi manusia, hal itu mustahil. Karena ada beberapa syarat yang menghalanginya. Syarat yang pertama, sang Penyelamat harus seorang yang tak berdosa. Syarat kedua, harus dilakukan atas kesukarelaan hatinya. Itu berarti, diperlukan seorang yang Maha-suci dan juga Maha-kasih. Dari persyaratan-persyaratan tersebut di atas, jelas sekali
hanya Allah saja yang dapat melakukan semua itu.
Kita bersyukur sekali karena Dia telah merencanakan dan bahkan telah bertindak untuk menyelamatkan manusia yang jatuh ke dalam dosa. Tindakan yang Allah lakukan adalah yang tidak akan bertentangan dengan sifat-sifatnya. Ia tidak bisa menolong orang miskin dengan barang curian dari orang kaya. Karena tindakan mencuri bertentangan dengan sifat kesucianNya. Allah dapat melakukan segala sesuatu dengan satu syarat, yaitu yang tidak bertentangan dengan sifat-sifatNya. Dia adalah Allah yang maha kasih. Tetapi Dia juga Allah yang maha suci dan maha adil.
Untuk menyelamatkan manusia berdosa dengan cara yang tidak bertentangan dengan sifat-sifatNya, Allah menjelma menjadi manusia. Manusia jelmaan Allah itu diberi nama Yesus, yang artinya Juruselamat. Ketika Allah mempersiapkan Sang Penyelamat itu, Ia memerintahkan manusia berdosa untuk percaya kepada janjiNya.
Sementara menunggu Sang Penyelamat, Allah memerintahkan manusia untuk melakukan sesuatu yang menggambarkan proses penyelamatan itu dengan iman. Sang Penyelamat digambarkan dengan domba yang tak bercacat, dan setiap orang berdosa yang ingin diselesaikan dosanya harus menimpakan dosanya ke atas domba itu.Jadi, mempersembahkan korban domba adalah perbuatan yang menggambarkan program Allah untuk menyelamatkan manusia.
Yang Allah inginkan adalah domba yang tak bercacat, bukan babi, bukan ayam dan juga bukan sayuran atau buah-buahan. Perintah untuk memakai domba bukan tanpa alasan, melainkan dengan maksud yang sangat khusus, yaitu untuk menggambarkan Sang Penyelamat yang direncanakan Allah.
Ribuan tahun telah dihabiskan untuk menapak jalan bagi Sang Penyelamat. Itu sama sekali bukan karena ketidakmampuan Allah, melainkan oleh karena maksud lain.
Salah satu alasan penundaan ialah, untuk menghindari pemalsuan yang akan mencelakai manusia yang tidak berhati-hati. Allah memakai waktu yang begitu panjang untuk menuliskan tanda-tanda Sang Penyelamat sebelum kedatanganNya, agar orang-orang dapat mengenalNya dan iblis tidak dapat memalsukanNya.
Untuk menghindari pemalsuan, Allah menyelipkan tanda-tanda tentang Sang Penyelamat ke dalam catatan sejarah, lagu Zabur/Mazmur, dan tulisan Nabi-nabi. Banyak orang tidak dapat melihat tanda-tanda itu, terutama mereka yang mengabaikan masalah kerohanian. Tetapi bagi mereka yang mempunyai kemauan untuk menyelidik, yaitu yang menganggap bahwa keselamatan adalah hal penting, mereka dapat melihat tanda-tanda itu dengan jelas. Bagi orang yang tidak menaruh perhatian, apa boleh buat, karena jika dia tidak mau menyelamatkan dirinya, lebih sulit lagi bagi orang lain untuk menyelamatkannya.
Allah sengaja menuliskan kitab-kitab itu secara cicilan, dan dituliskan seolah-olah itu kitab hukum (Taurat), seolah-olah buku nyanyian (Mazmur), dan seolah-olah kitab sejarah (Yosua-Ester). Iblis tidak menyadari bahwa di dalamnya berisikan tanda-tanda Sang Penyelamat yang dijanjikan Allah.
Berikut ini adalah beberapa tanda utama yang diberikan;
1. Ia akan dilahirkan dari keturunan Abraham/Ibrahim (Tertulis dalam kitab Taurat pertama/Kejadian pasal 22 ayat 18). Tanda ini mengecualikan orang lain yang bukan keturunan Ibrahim. Kalau ada keturunan non-Ibrahim berkata bahwa dirinya adalah Sang Penyelamat yang akan dikirim, jangan percaya! Sebab, di dalam Kitab Taurat telah tertulis bahwa Sang Penyelamat adalah keturunan Ibrahim.
Perlu diketahui, bahwa semua tanda ditulis jauh sebelum Sang Penyelamat datang. Jadi, tulisan itu bersifat nubuatan.
2. Agar semua orang bisa mengenal sang Penyelamat, Allah menambahkan tanda-tanda lain. Antara lain; bahwa ia akan dilahirkan dalam keluarga Daud (Tertulis dalam kitab II Samuel 7:13).
3. Selain lahir dari keluarga Daud, ia akan dilahirkan oleh seorang perawan (Dalam kitab Yesaya 7:14).
4. Ia akan dilahirkan di kota Betlehem (Dalam kitab Mikha 5:1),
5. Ia akan dibunuh sebagai korban (Dalam kitab Yesaya 53:12).
Hal yang sangat mengagumkan ialah, ada sekitar tiga ratus tanda telah dituliskan sebelum kedatanganNya. Kalau ditulis setelah kejadian, banyak sejarahwan dapat melakukannya. Tetapi, menuliskan tanda-tanda itu sebelum kejadian, itu membuktikan bahwa Allah ikut campur tangan dalam penulisan kitab-kitab itu.
Kita tiba pada bagian yang terpenting. Setiap orang yang mau diampuni dosanya, harus memakai cara yang ditetapkan Allah. Orang yang memakai caranya sendiri, atau cara yang diajarkan oleh orang yang sebenarnya tidak tahu, atau terjebak ke dalam cara yang diciptakan oleh iblis, pasti akan berakhir seperti Kain. Ia ditolak oleh Allah. Kain tidak percaya kepada Allah, oleh sebab itu ia tidak mau menuruti jalan yang ditentukan Allah. Biasanya orang-orang seperti Kain tidak berusaha mengetahui jalan yang benar. Kelihatannya dia tidak peduli, apakah akan masuk Surga atau masuk Neraka.
Salomo berkata, "Ada jalan disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut." Oh, banyak sekali orang yang seperti Kain di dunia ini. Tetapi orang-orang seperti Habel juga ada. Mereka menaruh perhatian terhadap hal-hal rohani, suka menyelidik, dan ingin mengetahui jalan yang benar. Mereka berusaha menyelidiki tanda-tanda yang Allah berikan. Tentu mereka akan mendapatkannya, karena tanda yang telah diberikan itu sangat jelas. Tanda-tanda itu bukan disediakan untuk orang pintar atau terpelajar saja, melainkan untuk setiap orang yang ingin diselamatkan dari penghukuman kekal di Neraka.
Disamping Allah berusaha keras untuk menyelamatkan manusia dari penghukuman, iblis juga berusaha keras untuk menghalangi usaha itu. Ia berusaha menyebarkan issue bahwa kitab Taurat, Zabur/Mazmur, dan kitab yang ditulis oleh Nabi-nabi itu telah dipalsukan.
Seharusnya mereka berpikir sedikit. Kalau Allah sanggup menciptakan langit dan bumi, tentu Dia juga sanggup menghindarkan kitab yang telah diilhaminya dari pemalsuan. Seharusnya mereka juga berpikir bahwa kalau seseorang menyatakan sesuatu palsu, seharusnya dia pernah melihat atau memiliki yang asli. Kalau dia tidak pernah melihat atau memiliki yang asli, ada kemungkinan tindakannya dilatarbelakangi tujuan yang tidak murni. Celakanya, banyak orang hanya ikut saja, tanpa berkeinginan untuk mengetahui fakta yang sebenarnya. Seharusnya mereka tahu, bahwa tidak ada hal yang lebih penting dari hal ini. Sekali mereka salah beriman, maka akan berakibat kekal di Neraka.
Alkitab maupun sejarah, bersama-sama membuktikan bahwa hanya ada satu orang saja yang memenuhi semua tanda sebagai Penyelamat sebagaimana tertulis dalam kitab Taurat, Zabur dan Para Nabi.
Tentu bukanlah suatu kebetulan kalau orang itu ternyata menggenapi semua tanda yang ditulis oleh Musa, Daud, dan Nabi-nabi jauh sebelumnya. Penghitungan tahun yang dipakai secara international, yaitu 1995, adalah tahun yang dihitung mulai dari kelahiranNya. Sebelum kelahiranNya, malaikat menampakkan diri kepada Maria untuk memberitahukan bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak. Tentu dia sangat heran karena dia tahu bahwa dirinya belum menikah. Tetapi malaikat menenangkannya sambil memberitahukannya bahwa itu akan terjadi oleh Roh Allah, dan Anak itu akan disebut immanuel, yang berarti Allah beserta kita.
KelahiranNya membawa penyertaan Allah kepada kita. Maria telah bertunangan dengan seorang yang bernama Yusuf, yang secara hukum bertindak sebagai ayah dari Anak yang akan lahir. Karena itu malaikat datang dan memberitahu kepadanya, bahwa Anak itu harus diberi nama ιησους - iêsous . ιησους - iêsous adalah kata bahasa Yunani yang berarti Penyelamat (lihat artikel di nama-yesus-vt52.html#p115 ). Bahasa lain hanya mengambil bunyinya saja. Misalnya, dalam bahasa Indonesia Ia dipanggil Yesus, orang Arab menyebutnya Isa, bahasa Inggris menyebutnya Jesus, bahasa Tionghoa menyebutnya Yeshu.
Tidak ada posisi netral. Kalau tidak mengakuiNya, berarti menolakNya.
Yesus Adalah Domba Allah
Ketika Yahya atau Yohanes, orang yang diutus Allah, melihat Yesus, ia berseru, "Lihatlah anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia" (Yohanes 1:29) Semua orang Yahudi yang mendengar, tahu bahwa Yohanes menyamakan Yesus dengan domba korban yang diajarkan dalam kitab Taurat, Zabur, dan Nabi-nabi. Ia menjelma menjadi manusia, menempati posisi domba korban. Oleh sebab itu ketika Ia dituntut untuk disalibkan, Ia sama sekali tidak membantah. Banyak orang tidak mengerti makna penyaliban Yesus.
"Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadaNya.... Dia dianiaya, tetapi Dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutNya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian.." (Yesaya 53:5, 7)
Siapa lagi yang dimaksudkan oleh nabi Yesaya kalau bukan Yesus yang dibawa untuk disalibkan? Sekali lagi, nabi Yesaya menulis semua ini sekitar tujuh ratus tahun sebelum peristiwa itu terjadi. Kitab nabi Yesaya ada di antara mereka yang melaksanakan penyaliban.
Jalan Keselamatan Telah Tersedia
Segala sesuatu telah jelas. Maksud Allah memerintahkan orang yang jatuh ke dalam dosa untuk mempersembahkan domba sebagai korban dosa ialah karena Ia akan mengirim Yesus. Yesus, yang berarti Penyelamat adalah manusia yang dilahirkan oleh Roh Allah.
Kita, yang hidup sesudah pelaksanaan pengorbanan domba Allah, diperintahkan untuk beriman kepadaNya. Hanya melalui percaya kepadaNya, manusia bisa diselamatkan dari penghukuman.
Orang-orang yang hidup sebelum penyalibanNya percaya pada Juruselamat yang akan menanggung dosa mereka, sedangkan kita yang hidup sesudah penyaliban, percaya pada Juruselamat yang telah menanggung dosa kita.
Abraham yang hidup dua ribu tahun sebelum penyalibanNya percaya kepada Juruselamat yang akan menanggung dosanya, yang dilaksanakan dua ribu tahun sesudah dia, sedangkan kita percaya kepada Juruselamat yang telah menanggung dosa kita dua ribu tahun yang lalu.
Tidak ada satu orang pun dapat masuk ke Surga tanpa percaya kepada Juruselamat yang telah ditentukan Allah, yaitu diriNya sendiri yang menjelma menjadi manusia. Yesus berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6).
Terimalah Hadiah Itu
Allah telah menyediakan dombaNya. Yesus disebut Anak Domba Allah yang menanggung dosa isi dunia. Peristiwa penanggungan dosa juga telah terlaksana. Siapapun yang masih mempersembahkan domba/ kambing korban itu menyatakan diri menolak domba yang Allah sediakan. Perbuatan itu mengandung arti, ingin tetap memakai cara simbolik, daripada yang disimbolkannya. Atau, hanya sekedar melaksanakan upacara tanpa memahami maknanya. Ingatlah! Domba Allah telah dikorbankan. Jangan mengorbankan domba/kambing yang mengembek lagi. Itu adalah penghinaan terhadap Domba Allah.
Sebagaimana Allah memerintahkan orang yang mempersembahkan korban domba memegang kepala domba sebagai tanda percaya, demikian juga setiap orang yang hidup sesudah peristiwa Penyaliban Domba Allah, perlu meletakkan "tangan tanda percaya" pada Yesus. Tentu tidak mungkin bagi kita untuk kembali ke saat penyaliban untuk meletakkan tangan di kepalaNya. Yang dapat kita lakukan sekarang ialah, menerimaNya ke dalam hati kita dengan iman.
Penghapusan dosa terjadi, kalau ada tindakan untuk menerima jasa Penanggung dosa, serta penyerahan dosa kepada si Penanggung. Ini adalah transaksi rohani yang dikerjakan dengan iman. Tindakan inilah yang terpenting dalam seluruh kehidupan seseorang sejak ia dilahirkan ke dalam dunia. Yesus yang telah mati disalib kemudian bangkit dari kematian pada hari ke-tiga karena Ia adalah Allah. Ia maha hadir dan maha tahu. SekarangIa ada di sini, di samping anda, serta sedang menantikan keputusan anda.
1. Mengaku bahwa anda adalah orang berdosa yang membutuhkan jasa pengorbananNya.
2. Menyatakan dengan kata-kata, bahwa anda menerimaNya sebagai Penyelamat anda.
3. Nyatakan terima kasih anda atas pengorbananNya di kayu salib.
Kalau anda tidak menemukan kata-kata yang tepat, pertimbangkanlah kata-kata berikut. Mungkin itu sesuai dengan isi hati anda. Kalau sesuai, ucapkanlah.
Tuhan Yesus, saya sadar bahwa saya adalah orang berdosa yang akan binasa. Saya sangat membutuhkan pengorbananMu. Saya menerima Engkau sebagai Juruselamat saya pribadi. Engkaulah domba korban saya di hadapan Allah. Terima kasih atas pengorbananMu. Saya berdoa dengan segenap hati saya. Amin.
Pejamkanlah mata agar konsentrasi anda tidak terganggu, dan
ucapkanlah seluruh isi hati anda itu kepada Tuhan Yesus. Sekarang!
Hal-hal Yang Perlu Diingat
1. Sejak anda mengakui dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat anda, semua dosa anda telah ditanggung olehNya. Anda adalah orang suci, dan menjadi anggota keluarga Allah. Anda adalah Orang yang bersiap-siap untuk masuk Surga.
2. Karena anda adalah anggota keluarga Allah, maka Allah menyediakan banyak berkat bagi anda. Anda perlu mengetahuinya. Untuk itu, bacalah Alkitab mulai dari kitab Perjanjian Baru, catatan tentang kehidupan dan pengajaran Tuhan Yesus.
3. Dapatkanlah anggota keluarga Allah yang lain sebagai saudara, agar bisa saling membagi suka dan duka. Jadilah anggota sebuah gereja yang mengajarkan kebenaran firman Tuhan agar anda dapat bertumbuh di dalam iman.
Catatan :
Dr. Suhento Liauw, Rektor GRAPHE INTERNATIONAL THEOLOGICAL SEMINARY (GITS) JAKARTA
Gembala Gereja Baptis Independen Alkitabiah (GBIA) GRAPHE
Yesus adalah Firman Allah yang hidup.
Yesus sudah ada sebelum dunia ini ada, Yesus sebagai manusia baru dikenal mulai masa Perjanjian Baru.
Hanya orang yang patuh pada Firman Tuhanlah yang masuk surga.... baik jaman Perjanjian Baru maupun jaman Perjanjian Lama.
jaman sebelum perjanjian baru Hanya orang yang patuh pada Firman Tuhan yang masuk surga.
jaman setelah perjanjian lama Hanya orang yang menerima Yesus (Firman Tuhan yang hidup) yang masuk surga.
Matius 8:11, dengan jelas menunjukkan bahwa Abraham, Ishak dan Yakub diselamatkan (Masuk Kerajaan Surga) :
* Matius 8:11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
dan juga Lukas 16:22-23, dengan jelas menunjukkan bahwa Abraham diselamatkan.
Lukas 16:22-23 16:22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
Elia dan Henokh, tidak mengalami kematian tetapi diangkat ke surga (Kejadian 5:24, 2Raja-raja 2:1,3,5,11)
* Kejadian 5:24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.
* 2 Raja-raja 2:1,3,5,11 2:1 Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal.
2:3 Pada waktu itu keluarlah rombongan nabi yang ada di Betel mendapatkan Elisa, lalu berkatalah mereka kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!"
2:5 Pada waktu itu mendekatlah rombongan nabi yang ada di Yerikho kepada Elisa serta berkata kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!"
2:11 Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.
Bagaimana Abraham diselamatkan? Baca Roma 4:1-5.
* Roma 4:1-5 4:1 Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita?
4:2 Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.
4:3 Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."
4:4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.
4:5Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.
Catatan: Nuh juga diselamatkan oleh iman sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibrani 11:7.
* Ibrani 11:7 Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.
Demikianpun Musa diselamatkan oleh iman. Baca Ibrani 11:24-26.
* Ibrani 11:24-26 11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,
11:25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.
11:26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.
Israel mempunyai injil yang menyelamatkan seperti kita. Itu diajarkan kepada mereka melalui contoh. Baca Ibrani 4:1, 2.
BAGAIMANA MENGENAI ORANG-ORANG YANG TIDAK PERNAH MENDENGAR BERITA INJIL?
Kemana saja kita pergi atau apa saja yang kita perbincangkan, rupanya pertanyaan ini selalu timbul. Banyak sekali pertanyaan ini diajukan untuk meringankan tanggung jawab pribadi seorang kepada Allah.
Akan tetapi, perlu diingat pula bahwa jawaban untuk pertanyaan ini tidak menentukan apakah iman Kristen benar atau tidak. Kebenarannya sudah ditentukan dalam Yesus Kristus sewaktu Ia bangkit dari kematian. Soal otoritas itu telah diselesaikan satu kali untuk selama-lamanya, dan soal mengenai orang-orang yang belum pernah mendengar berita Injil hanyalah masalah interprestasi belaka.
Cara yang terbaik untuk menghadapi pertanyaan ini adalah menyatakan beberapa kebenaran yang telah dijelaskan dalam Kitab Suci. Alkitab menandaskan bahwa tidak seorangpun dapat datang kepada Allah kalau tidak melalui Yesus Kristus.
Tuhan Yesus berkata : "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku".( Yohanes 14 : 6). Satu-satunya dasar pengampunan dosa dan hidup yang kekal adalah jalan yang dirintis oleh Yesus Kristus. Banyak orang mngartikan hal ini bahwa kalau demikian orang-orang yang tidak pernah mendengar tentang yesus Kristus dengan sendirinya akan binasa. Namun, kita tidak tahu apakah memang demikian?
Walaupun Alkitab tidak menjelaskan dengan tegas bahwa orang yang tidak pernah mendengar tentang Yesus Kristus dapat diselamatkan, namun kami yakin bahwa hal itu adalah demikian. Kami juga yakin bahwa setiap orang mendapat kesempatan untuk bertobat, dan bahwa Allah tidak akan mengabaikan seseorang hanya karena ia dilahirkan di tempat atau di waktu yang salah sehingga mereka tidak pernah mendengar berita Injil.
Yesus berkata "Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri" (Yohanes 7:17).
Alkitab juga menyatakan bahwa tak seorangpun dapat berdalih : "Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih." (Roma 1:19-20).
Fakta menunjukkan semua orang dapat mengetahui bahwa ada Pencipta, karena ciptaan-Nya memberi kesaksian akan hal ini. Kesaksian itu universal. Meskipun manusia memiliki cukup informasi bahwa Allah ada, namun dengan sengaja mereka mengabaikan hal-hal Allah, sebab hati mereka jahat adanya.
Alkitab mengajarkan bahwa orang-orang yang tidak percaya itu "menindas kebenaran dengan kelaliman" (Roma 1:18). Lagipula, Alkitab menceritakan bahwa manusia sebenarnya tidak mencari Allah, melainkan lari daripada-Nya :"Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah." (Roma 3:11) Oleh sebab itu, persoalannya bukan bahwa Allah menolak memberikan firman-Nya pada seseorang yang mati-matian mencari kebenaran.
Kita juga tahu bahwa Allah ingin "supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat." (2 Petrus 3:9). Hal ini menunjukka bahwa Allah juga memperhatikan orang-orang yang belum pernah mendengar Injil. Ia telah memperlihatkan dengan mengutus Anak-Nya untuk mati menggantikan mereka. “Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8)
Alkitab mengajarkan bahwa Allah akan menghakimi dunia ini dengan adil dan benar. "KarenaIa telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia…." (Kisah 17:31). Hal ini berarti apabila segala fakta telah diketahui, nama Allah akan dipertahankan dan tidak seorangpun akan dapat menuduh bahwa Ia tidak adil.
Walaupun kita mungkin tidak tahu bagaimana Ia akan bertindak terhadap orang-orang ini khususnya, kita tahu bahwa penghakimanNya akan berlangsung dengan adil. Fakta ini saja seharusnya dapat memuaskan orang yang bertanya-tanya bagaimana Allah akan menghadapi orang-orang yang tidak pernah mndengar mengenai Yesus Kristus.
Alkitab sendiri memberi kesaksian bahwa dari segala bangsa di bumi akan ada orang yang mendengar serta menanggapi Injil " …. karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa." (Wahyu 5:9)
Alkitab memberi contoh tentang seorang yang berada dalam situasi yang serupa dengan situasi anyak orang masa sekarang ini. Namanya Kornelius. Ia seorang yang saleh dan senantiasa berdoa kepada Allah. Ia belum pernah mendengar tentang Tuhan Yesus, tetapi ia dengan tulus memohon supaya Allah menyatakan diri kepadanya.
Allah mengabulkan doa Kornelius dengan mengutus Rasul Petrus untuk memberitakan Injil dan kisah yang lengkap mengenai Yesus. Sementara Petrus berkotbah, Kornelius percaya kepada Kristus sebagai juru-selamatnya. Contoh ini memperlihatkan bahwa setiap orang yang sungguh-sungguh berhasrat mengenai Allah akan mendengar tentang Tuhan Yesus Kristus.
Pada masa sekarang adarang-orang yang seperti Kornelius, yang berdoa memohon agar mengenal Allah dengan benar dan hidup. Orang-orang tersebut saya yakin akan dijangkau, dimanapun mereka berada. Rasul Petrus mengatakan Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya." (Kisah 10:34-35).
Dalam Alkitab terdapat juga contoh tentang orang-orang lain yang diterima oleh Allah, walaupun pengertian mereka mengenai Allah sangat terbatas. Rahab, si pelacur, hanya mengetahu sedikit tantang Allah, Namun Alkitab menyebut bahwa dia adalah seorang wanita yang beriman dan yang perbuatannya terpuji (Yosua 2:9, Ibrani 11:31)
Naaman, sorang Siria itu, dikaruniai damai dengan Allah karena ia beriman, walaupun ia tinggal di tengah-tengah kebudayaan kafir (2 raja-Raja 5:15-19). Nabi Yunus diutus ke Niniwe, kepada masyarakat kafir yang tidak mengenal Allah. Mereka bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus (Yunus 3:5).
Tidak ada seorangpun yang akan dihukum karena tidak pernah mendengar tentang Yesus Krustus, melainkan mereka akan dihukum karena melanggar norma-norma moralnya sendiri. Sebab semua orang yang berdosa tanpa Hukum Taurat akan binasa tanpa Hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa dibawah Hukum Taurat akan dihakimi oleh Hukum Taurat. Karena bukanlah orang yang mendengar Hukum Taurat yang benar dihadapan Allah, tetapi orang yang melakukan Hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. Pertanyaannya sekarang adakah orang dengan sempurna melakukan Hukum Taurat itu?. Adakah manusia yang terlepas dari perbuatan dosa?.
Apabila bangsa-bangsa lain tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri dan melakukan apa yang dituntut oleh Hukum Taurat, maka walaupun mereka tidak mengenal Hukum Taurat, mereka menjadi Hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan bahwa isi Hukum Taurat ada tertulis dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan injil yang diberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus (Roma 2:12-14).
Atas dasar contoh-contoh Alkitab itu terlihatlah bahwa Allah akan menghakimi seluruh umat manusia dengan adil, sehinga tidak ada seorangpun yang dapat mengatakan bahwa ia diperlakukan dengan tidak adil. Oleh sebab itu, orang yang mengajukan pertanyaan ini hendaknya berhati-hati agatr tidak memakai hal itu sebagai dalih untuk tidak datang kepada Kristus.
Apa yang kita sangka mungkin terjadi atau tidak mungkin terjadi pada orang lain tidak akan mengurangi tangging-jawab kita pada Hari Penghakiman. Walaupun kita mungkin tidak dapat menjawab pertanyaan di atas dengan memuaskan kepada semua orang, namun ada hal-hal tertentu yang tlah dijelaskan dalam Alkitab.
Seseorang berkata begini "Ada banyak hal dalam Alkitab yang tidak saya pahami; ada banyak hal dalam Alkitab yang saya rasa saya mengerti; teapi ada banyak hal juga dalam Alkitab yang dengan jelas saya mengerti, dan yang tidak membuat salah paham" (Anonim)
Sumber :
Josh Mc Dowel & Don Steward, Jawaban bagi Pertanyaan Orang yang Belum Percaya, Gandum Mas, Malang, Halaman 138-141.
SAYA KENAL ORANG-ORANG YANG HIDUP SALEH DAN BERSUNGGUH SUNGGUH TETAPI BUKAN KRISTEN, TIDAKKAH ALLAH MENERIMA MEREKA JUGA?
Seorang bisa bersungguh-sungguh, namun bisa sungguh-sungguh salah. Alkitab mengatakan bahwa ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut (Amsal 16:25)
Tiap tahun ada banyak kasus dimana seseorang secara iseng-iseng saja membidikkan senapannya kepada orang lain, karena sungguh-sungguh menyangka senapan tersebut tidak berisi peluru. Senapan itu meletus dan orang itu tewas. Orang yang menarik pelatuk itu terkesima dan berkata, "Saya tidak tahu kalau senapan ini berisi".
Orang itu mungkin seratus persen tulus hati, dalam arti ia tidak bermaksud melukai orang lain, tetapi yang dia yakini dengan sungguh-sungguh itu tidak benar. Kesungguhan hati saja tidak cukup, jikalau objek kepercayaan itu tidak benar. Segala ketulusan dalam dunia ini tidak akan menghidupkan kembali orang yang tewas tertembak itu.
Rasul Paulus mengajarkan bahwa hanya dengan mempraktekkan agama saja tidak akan membenarkan orang, malah mungkin dapat melipat-gandakan rasa bersalah orang itu. Dalam meneliti agama kafir, Paulus menjelaskan bahwa agama itu memutar-balikkan kebenaran. "Mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta" (Roma 1:25).
Kemuliaan Allah digantikan dengan makhluk ciptaan. Agama mereka merupakan penyembahan berhala, dan menyembah berhala merupakan penghinaan terhadap martabat Allah. Inilah yang selalu dibenci Allah.
"Jangan ada padamu allah lain dihadapanKu. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit dia atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangun sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku" (Keluaran 20:3-5). Jadi seseorang yang beragama tidak mempunyai kelebihan apapun jika ia beribadah kapada Allah yang salah, dengan cara dan jalan yang salah, sekalipun ia bersungguh sungguh.
Jikalau orang ingin menonton bioskop yang taripnya Rp. 4,000.— maka tidak peduli apakah ia mempunyai uang Rp. 3,900.— atau Rp. 25.— ia tetapi tidak boleh masuk karena uangnya tidak cukup. Maka, jikalau orang mempercayai sesuatu yang salah, sekalipun ia bersungguh-sungguh, ia tetap tidak mencapai patokan yang Allah tetapkan bagi orang yang ingin menghampiri-Nya.
Alah menentukan patokannya, dan Dia hanya menerima orang-orang yang datang kepadaNya melalui Yesus Kristus.
* Kisah Para Rasul 4:12 LAI TB, Dan keselamatantidak adadi dalam siapapun jugaselaindi dalam Dia, sebab di bawah kolong langit initidak adanamalainyang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.
KJV, Neitheris there salvation inany other: for there isnoneothername under heaven given among men, whereby we must be saved. NIV, Salvation is found in no-oneelse, for there is noothername under heaven given to men by which we must be saved. TR, καιουκεστιν εναλλωουδενιη σωτηριαουτεγαρ ονομα εστινετερονυπο τον ουρανον το δεδομενον εν ανθρωποις εν ω δει σωθηναι ημας Translit Interlinear, kai {tetapi}ouk {tidak}estin {ada} en {didalam}allô {yang lain}oudeni {siapapun}hê sôtêria {keselamatan}oute {juga tidak}gar {sebab} onoma {nama} estin {ada}heteron {lain}hupo {dibawah} ton ouranon {langit} to {yang} dedomenon {telah diberikan} en {diantara} anthrôpois {manusia-manusia} en hô {yang olehnya} dei {harus} sôthênai {diselamatkan} hêmas {kita}
Tidak ada keselamatan di dalam orang lain (αλλως-allos), kemudian dilanjutkan dengan dipersempit menjadi tidak ada nama yang lain (ετερον–heteros) kita harus (δει-dei) diselamatkan.
Pemakaian kata-kata dalam ayat ini sudah cukup untuk menjawab tuntas bahwa memang tidak ada keselamatan selain daripada Yesus, bahkan selain dari namaYesusKristus.
Tampak jelas bahwa kata 'sangkal' di sana benar-benar absolut, tanpa syarat, bahwa tidak ada orang lain, bahkan tidak ada nama lain itu mutlak. Yesus Kristus satu-satunya Sang Pengantara :
* 1 Timotius 2:5 LAI TB, Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, KJV, For there is one God, and one mediator between God and men, the man Christ Jesus; TR, εις γαρ θεος εις και μεσιτης θεου και ανθρωπων ανθρωπος χριστος ιησους Translit Interlinear, heis {esa} gar {karena} theos {Allah} heis {esa} kai {pula} mesitês {pengantara (pendamai)} theou {(diantara) Allah} kai {dan} anthrôpôn {manusia} anthrôpos {(yaitu) manusia} khristos {Kristus} iêsous {Yesus}
Amin.
Sumber :
Josh Mc Dowel & Don Steward, Jawaban bagi Pertanyaan Orang yang Belum Percaya, Gandum Mas, Malang, Halaman 142-143.
Baik teologi dan tafsiran dari Agama Roma Katolik, ataupun dari golongan Reformasi, Fundamentalisme, Injili, bahkan dari Modernisme, umumnya mengakui bahwa orang Yahudi mempunyai status dan keselamatan khusus dalam Perjanjian Baru. Mereka berkesimpulan demikian karen a Allah telah mengadakan perjanjian yang kekal dengan Abraham, Ishak, Yakub dan Daud. Allah tidak berubah untuk selama-lamanya, oleh sebab itu perjanjian yang diadakan-Nya dengan manusia pun tidak akan berubah. Firman Allah itu tetap untuk selama-lamanya. Ayat-ayat Alkitab yang mereka gunakan adalah:
Kejadian 13:14-17; 17:1-8; 26:1-6; 28:13-15;
Keluaran 2:24-25; 3:14-22; 32:11-14; 33:1;
2 Samuel 7:4-17;
Mazmur 89:19-37;
dan sebagainya.
Memang benar, Allah telah mengikat perjanjian yang kekal dengan bangsa Yahudi, Allah memilih bangsa Yahudi menjadi umat pilihan-Nya, dan memberikan pemeliharaan dan keselamatan khusus bagi mereka, Allah juga disebut sebagai Allah orang Israel atau Allah orang Ibrani (Keluaran 3:6, 15-18; 5:1 dan sebagainya).
Perjanjian Baru mencatat: Tuhan Yesus lahir di dunia, dengan darah-Nya yang kudus Ia mendirikan perjanjian yang baru. Apakah artinya? Yang memegang pandangan bahwa orang Yahudi tetap memiliki status dan keselamatan khusus, adalah mereka yang memegang Roma 9-10 (khususnya Roma 11:25,26), yang menekankan bahwa akhirnya seluruh Israel akan diselamatkan. Pulihnya Kerajaan Israel, kebangunan Agama Yahudi, dan kembalinya bangsa Israel dari seluruh pelosok dunia ke tanah perjanjian menjadi catatan penting dan fokus nubuat dalam eskatologi rnereka.
Selama ini banyak orang beranggapan pengajaran tersebut adalah mutlak benar dan merupakan kepercayaan ortodoks gereja. Karena teori itulah yang banyak diajarkan dalam beberapa aliran Kristiani, dan yang disampaikan buku-buku teologi dan tafsiran yang banyak beredar
Namun banyak juga kita temui bahwa ada sebagian tradisi yang belum tentu doktrin yang diajarkan Alkitab, tetapi berdasarkan subjektivitas dan ide pribadi, atau latar belakang sejarah tertentu dan isme suatu suku bangsa, bahkan dengan pikiran filsafat non kristen, dan doktrin agama lain, menafsirkan doktrin Alkitab.
Oleh sebab itu, kesimpulan yang diperoleh itu hanya tepat untuk kepentingan suatu suku bangsa, ortodoks untuk suatu golongan filsafat tertentu, cocok untuk suatu masyarakat pada masa tertentu. Tetapi bagaimanakah kesimpulan ini dikaitkan dengan kehidupan semua bangsa di dunia, dengan sejarah umat manusia dan seluruh rencana Allah? Untuk semuanya ini, kita perlu bersandar pada pertolongan Roh Kudus, dengan teliti, tenang, tekun dan mernakai banyak waktu untuk menyelidiki. Atas belas kasih Allah, kebenaran itu akan terungkap.
Artikel ini membahas masalah ada tidaknya status dan keselamatan khusus orang Yahudi dalam Perjanjian Baru, dan untuk dijadikan suatu bahan diskusi. Harapan penulis, kiranya pembaca yang lebih berpengetahuan dan para teolog dapat memberikan petunjuk dan koreksi.
I. PANDANGAN TEOLOGIA TRADISI TENTANG ADANYA STATUS KHUSUS ORANG YAHUDI DALAM PERJANJIAN BARU DAN SEMUA ORANG YAHUDI AKAN SELAMAT
Kebanyakan tafsiran mengenai Roma 9-11 menjelaskan bahwa orang Israel memiliki status yang khusus, dan seluruh Israel akan diselamatkan, khususnya Roma 11:25-27. Di bawah inspirasi Roh Kudus, Rasul Paulus menulis surat ini kepada jemaat di kota Roma yang terdiri dari berbagai suku bangsa, terrnasuk bangsa Yahudi. Ia mengatakan,
* Roma 11:25-27 11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain (dalam bahasa Yunani adalah setiap bangsa) telah masuk.
11:26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.
11:27 Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka."
Sebelum mengerti arti sebenarnya dari ketiga ayat tersebut di atas, kita perlu melihat seluruh surat Roma, apakah ada perbedaan status dan keselamatan antara orang Yahudi dan bukan Yahudi? Jikalau kesimpulannya adalah bahwa orang Yahudi memiliki status dan keselamatan yang khusus, maka teori ini bisa dipegang. Jikalau tidak, maka doktrin yang dianggap ortodoks oleh teologi tradisi ini perlu kita pikirkan kembali.
II. ARTI SEBENARNYA TENTANG TIDAK ADA PERBEDAAN ANTARA ORANG YAHUDI DAN BUKAN YAHUDI DALAM SURAT ROMA.
Surat Roma adalah surat yang ditujukan kepada jemaat di kota Roma. jemaat Roma terdiri dari berbagai suku bangsa, di antaranya orang Yahudi (Kisah 18:2; Roma 16:3), orang bukan Yahudi (Roma 16:5-16). Oleh sebab itu, dalam surat Roma, 17 kali menyebutkan tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi.
Sedikit penjelasan sebagai berikut:
1. Paulus menulis bahwa ia berhutang Injil kepada orang Yunani, orang Roma (yaitu setiap warga negara Roma, termasuk orang Yahudi yang berwarga negara Roma)
* Roma 1:14-16. 1:14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. 1:15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.
1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
2. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani (lihat Roma 1:16 diatas). Ini hanyalah perbedaan urutan, bukan perbedaan status bangsa.
3. Pada hari penghakiman, Allah akan mengadili manusia sesuai dengan perbuatan mereka, pertama-tama orang Yahudi, kemudian orang Yunani (Roma2:6, 9). Ini juga menunjukkan perbedaan urutan, bukan perbedaan status bangsa.
* Roma 2:6,9 2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,
2:9 Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani,
4. Allah mengaruniakan kemuliaan dan kehormatan dan damai sejahtera kepada semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, kemudian orang Yunani (Roma 2:7, 10). Ini juga menunjukkan perbedaan urutan, bukan perbedaan status bangsa.
* Roma 2:7,10 2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,
2:10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.
5. Allah tidak memandang bulu (Roma 2:11), baik dalam menghukum dosa, maupun dalam pemberian berkat-Nya.
* Roma 2:11 Sebab Allah tidak memandang bulu
6. Realita kehidupan manusia dan terang Hukum Taurat membuktikan bahwa baik orang Yahudi maupun orang Yunani berada di bawah kuasa dosa.
* Roma 3:9 Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,
7. Kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya, sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani.
* Roma 3:21, 22 3:21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,
3:22 yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.
8. Allah adalah Allah orang Yahudi, juga Allah bangsa-bangsa lain.
* Roma 3:29 Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? BukankahIa juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain!
9. Allah akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tidak bersunat juga karena iman.
* Roma 3:30 Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman.
10. Abraham (orang Kasdim) beriman kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran (Roma 4:1-5); demikian juga Daud (orang Yahudi) dibenarkan karena ia beriman kepada Tuhan (Roma 4:6-8 ).
* Roma 4:1-8 4:1 Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita?
4:2 Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.
4:3 Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."
4:4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.
4:5 Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.
4:6 Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya:
4:7 "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;
4:8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya."
11. Allah memilih di tengah bangsa Yahudi orang-orang yang akan dipakai-Nya, demikian juga Allah memilih di tengah bangsa lain (setiap bangsa) orang-orang yang akan dipakaiNya.
* Roma 9:24-26 9:24 yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,
9:25 seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: "Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih."
9:26 Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," di sana akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup."
12. Yang diselamatkan adalah sisa orang Israel, seperti jumlah sisa orang diselamatkan ketika Sodom dan Gomora dibinasakan.
* Roma 9:27-29 9:27 Dan Yesaya berseru tentang Israel: "Sekalipun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan diselamatkan.
9:28 Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."
9:29 Dan seperti yang dikatakan Yesaya sebelumnya: "Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan pada kita keturunan, kita sudah menjadi seperti Sodom dan sama seperti Gomora."
13. Hanya ada satu Tuhan. Dialah yang akan memberkati setiap orang yang berseru kepada nama-Nya. Dalam hal inipun tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani.
* Roma 10:12, 13 10:12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
14. Prinsip yang dipakai Tuhan terhadap pohon zaitun yang tidak berbuah, dipakai juga terhadap pohon zaitun liar yang tidak berbuah. Tidak ada perbedaan prinsip.
* Roma 11:17- 24 11:17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah,
11:18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.
11:19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas.
11:20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!
11:21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.
11:22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.
11:23 Tetapi mereka pun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali.
11:24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.
15. Allah mengurung semua orang (termasuk orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain) dalam ketidak-taatan, supaya Ia dapat menunjukkan-Nya atas mereka semua (termasuk orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain).
* Roma 11:32 Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.
16. Prinsip ringkasan dari Hukum Taurat yaitu mengasihi sesama manusia seperti dirimu sendiri, dikenakan kepada orang Yahudi (Imamat 19:18; Matius 22:37-39), juga kepada orang bukan Yahudi (setiap bangsa).
* Roma 13:8-10 13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.
13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
17. Oleh karena kebenaran Allah, Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat (orang Yahudi), juga pelayan orang bukan Yahudi (setiap bangsa).
* Roma 15:8-13 15:8 Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita,
15:9 dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa, supaya mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis: "Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu."
15:10 Dan selanjutnya: "Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya."
15:11 Dan lagi: "Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia."
15:12 Dan selanjutnya kata Yesaya: "Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan."
15:13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Dari kutipan 17 ayat di atas, jelas menunjukkan kepada kita tentang pokok pikiran surat Roma, yang mengemukakan prinsip Tuhan yang sarna, tidak ada perbedaan menghadapi manusia dalam hal: menghukum dosa, dalam pembenaran Allah oleh karen a iman, kuasa Injil Allah yang menyelamatkan manusia, memberkati orang yang melakukan kebaikan, menghukum orang yang melakukan kejahatan, dibenarkan Allah karena iman dalam Kristus, dipilih untuk dipakai sebagai senjata kebenaran, prinsip terhadap pohon zaitun yang tidak berbuah, melaksanakan ringkasan Hukum Taurat, Kristus sebagai pelayan kebenaran Allah, dan hutang Injil rasul. Tidak ada satu bangsa pun diberikan status khusus, atau disediakan keselamatan khusus.
Apabila Allah menyediakan keselamatan khusus kepada orang Yahudi, maka perlu dipertanyakan keselamatan yang manakah itu? Apakah ada keselamatan yang lain di luar penebusan darah Yesus Kristus? Baik dalam seluruh Surat Roma, maupun dalam seluruh Kitab Perjanjian Baru kita tidak menemui pandangan tersebut!
Apakah orang Yahudi memiliki status yang khusus?
Seakan-akan memang ada, jika dilihat dari perjanjian yang diadakan Allah dengan Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Daud, tetapi surat Ibrani 8:7 jelas menunjukkan bahwa sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua. Demikian juga dalam Kitab Yeremia 31:31-34 dalam Perjanjian Lama dengan jelas menubuatkan Tuhan akan mengadakan perjanjian yang baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda. Dengan perjanjian yang baru ini Allah akan menaruh dan menuliskan hukum Taurat itu dalam hati mereka (Ibrani 8:10-12). Dikatakan perjanjian yang baru, berarti yang pertama telah menjadi usang. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya (Ibrani 8:13). Jadi, jelas perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah Kristus telah menggantikan perjanjian yang lama, maka status khusus yang dimiliki orang Yahudi dalam perjanjian yang lama itu, tidak lagi dimiliki dalam perjanjian yang baru.
Dalam surat Roma, 3 kali menyebutkan pertama-tama orang Yahudi, kemudian orang bukan Yahudi (setiap bangsa), hal itu hanya menunjukkan kronologi waktu, karena keselamatan itu berasal dari bangsa Yahudi, maka menurut urutan waktu mereka terlebih dulu menerima Injil, tetapi bukannya ada lagi Injil yang khusus.
Selain itu, bila ditinjau dari sifat Allah yang benar dan adil, maka Tuhan tidak akan memberikan status dan keselamatan khusus kepada bangsa Yahudi. Jika ada orang yang .tetap berpandangan demikian, maka itu berarti ia telah menyangkal kedua doktrin tentang Allah yang benar dan adil.
III. MAKNA ISTILAH "ORANG YAHUDI" ATAU "ORANG ISRAEL" DALAM SURAT ROMA
Ditinjau dari kata yang dipakai, surat Roma telah memakai istilah "orang Yahudi" atau "orang Israel" sebanyak 26 kali. Jikalau kita menghayati makna dan cara pemakaian kedua istilah tersebut, maka kita pasti mengetahui siapakah sebenarnya orang Yahudi atau orang Israel itu.
* Roma 2:28-29 2:28 Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.
2:29 Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.
Kedua ayat tersebut diatas dengan jelas menunjukkan makna sebenarnya dari istilah "Orang Yahudi". Orang Yahudi lahiriah adalah orang Yahudi secara keturunan. Sunat lahiriah adalah sunat ritual agama dan kebudayaan seseorang itu menjadi orang Yahudi. Walaupun seseorang memiliki 2 ciri diatas, namun ia belum dapat disebut orang Yahudi sejati, yaitu mereka yang menerima janji anugerah keselamatan oleh karena iman, menerima perjanjian yang baru dalam darah Kristus, yang memiliki hidup Allah dan menjadi anak-anak Allah. Oleh karena itu, orang Israel sejati bukanlah Israel secara "keturunan" melainkan yang dilahirkan oleh "Firman". Bukan karena suku bangsa, melainkan suatu bukti iman.
Ditinjau dari sudut latar belakan suku bangsa, Abraham adalah seorang Kasdim, bukan Yahudi. Tetapi karena ia taat akan panggilan Allah, ia meninggalkan sanak keluarganya. Ia menerima janji Allah dan disunat sebagai bukti dibenarkan karena iman (Roma 4:9-13). Oleh sebab itu ia disebut sebagai nenek moyang Israel.
Selanjutnya, Roma 9:6-7 menjelaskan bahwa dalam pandangan Allah, orang Yahudi secara keturunan atau ritual agama tidak terhitung apa-apa:
* Roma 9:6-7 9:6 Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel,
9:7 dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."
Ayat 10-13 juga dengan jelas menunjukan bahwa walaupun yang lahir dari Ishak, tidak semuanya menjadi keturunan Abraham.
* Roma 9:10-13 9:10 Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita.
9:11 Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, -- supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya --
9:12 dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,"
9:13 seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."
Hanya keturunan yang dilahirkan setelah Yakub diganti namanya menjadi Israel (Kejadian 32:28,32). Dengand emikian, Allah berkenan disebut Allah Israel (Kejadian 33:20).
Dalam Keluaran 34:10-17, Allah melarang orang Israel berbaur dengan orang-orang asing yang berdiam di tanah Kanaan (ayat 12, 16). Larangan tersebut diulangi lagi dalam Ulangan 7:3. Sampai zaman Nehemia dan Ezra, setelah orang Israel kembali dari tawanan di Babel, ditemukan tidak sedikit orang Israel yang memperistri perempuan-perempuan asing (Ezra 10; Nehemia 13).
Dalam silsilah Tuhan Yesus yang tercantum dalam Injil Matius, ditemukan 4 nama wanita yang bukan orang Israel:
- Syua istri Yehuda adalah anak dari Syua, seorang Kanaan (Kejadian 38:1-2; Matius 1:3);
- Rahab istri Salmon adalah seorang perempuan Yerikho (Yosua 2:1; Matius 1:5);
- Rut istri Boaz adalah seorang perempuan Moab (Rut 1:4; Matius 1:5);
- Betsyeba istri Raja Daud, ibunda Raja Salomo, adalah istri Uria, orang Het (2 Samuel 11:3; Matius 1:6).
Nama-nama lainnya tidak dicatat dengan jelas dalam Alkitab. Nampak dengan jelas bahwa orang Israel (sejati) bukan murni keturunan orang Israel. Mereka tidak mementingkan keturunan, melainkan mementingkan iman, yaitu apakah ia menaati perintah dan janji Tuhan, menerima panggilan Tuhan untuk menjadi saksi bagi seluruh bangsa, menuntun mereka mengenal Allah yang benar.
Istilah "Israel" dalam bahasa Ibrani berarti "orang yang bergumul dengan Allah" (Kejadian 32:28 ). Dalam Alkitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, istilah "Israel" ini dipakai sebagai kata ganti umat Allah. Seperti: "umat-Ku, orang Israel", dipakai sebanyak 81 kali dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Keluaran 3:10; 5:1 dan sebagainya). Tetapi dalam Yesaya 19:25, Allah juga menyebut orang Mesir "umat-Ku." Dalam Sidang Raya Yerusalem (Kisah 15), Paulus dan Barnabas mengutarakan bahwa dengan perantaraan mereka Allah telah melakukan mujizat di tengah-tengah bangsa-bangsa lain (bahasa asli: setiap bangsa). Setelah mereka selesai berbicara, berkatalah Yakobus:
* Kisah 15:14-18 15:14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.
15:15 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis:
15:16 Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,
15:17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,
15:18 yang telah diketahui dari sejak semula.
Jadi jelas, "orang Israel," umat Allah, yang disebut milik Allah, bukan hanya menunjuk kepada orang Israel secara keturunan, melainkan segala bangsa yang dipilih Allah berdasarkan kedaulatan dan belas kasihan-Nya.
* Roma 9:25, 26 (mengutip Hosea 1:10),
9:25 seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: "Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih."
9:26 Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," di sana akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup."
Ayat-ayat di atas semuanya menjelaskan bahwa Israel, umat Allah: tidak terbatas pada keturunan satu suku bangsa saja, melainkan orang-orang yang dipilih Allah berdasarkan kedaulatan dan belas kasihan-Nya. Ketika Allah memilih orang Israel menjadi umat-Nya, bukan karena mereka memenuhi p.ersyaratan khusus atau layak, sebab pemilihan Allah terhadap srsa bangsa-bangsa untuk menjadi umat-Nya, bukan berdasarkan suatu persyaratan khusus, melainkan hanya jika mereka menerima panggilan-Nya, percaya keselamatan dalam darah Yesus Kristus, Anak-Nya, oleh iman diselamatkan, memperoleh hidup dan dibenarkan. Kebenaran ini tercantum dalam Efesus 2:11-22; Kolose 3:11; Wahyu 5:9-7:9 dan sebagainya.
Jadi, baik dalam surat Roma, maupun dalam kitab-kitab lainnya dalam Alkitab, istilah "Israel" merupakan kata ganti umat Allah. Umat Allah tidak terbatas pada unsur keturunan atau ritual keagamaan, melainkan berdasarkan pemeliharaan Tuhan atas segala bangsa, dari antara mereka dipilih-Nya orang-orang yang disebut milik-Nya. Semuanya ini menyatakan bahwa pemilihan Allah terhadap sese orang, bukan berdasarkan perbuatan manusia, melainkan berdasarkan kedaulatan-Nya; bukan berdasarkan kehendak manusia atau yang berusaha menjadi umat-Nya, melainkan berdasarkan belas kasihan Allah. Barangsiapa yang terpilih oleh belas kasih Allah, disebut umat Allah, dan menjadi orang Israel sejati.
IV. SIAPAKAH YANG DISEBUT ORANG ISRAEL DALAM ROMA 11 :25, 26 ?
* Roma 11:25-26 11:25 LAI TB, Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk. KJV, For I would not, brethren, that ye should be ignorant of this mystery, lest ye should be wise in your own conceits; that blindness in part is happened to Israel, until the fulness of the Gentiles be come in. TR, ου γαρ θελω υμας αγνοειν αδελφοι το μυστηριον τουτο ινα μη ητε παρ εαυτοις φρονιμοι οτι πωρωσις απο μερους τω ισραηλ γεγονεν αχρις ου το πληρωμα των εθνων εισελθη Translit. interlinear, ou {tidak} gar {sebab} thelô {aku ingin} humas {kamu} agnoein {tidak mengetahui} adelphoi {hai saudara-saudara} to mustêrion {rahasia} touto {ini} hina {agar} mê {jangan} ête {kamu adalah} par {dengan mengandalkan} heautois {dirimu} phronimoi {bijaksana} hoti {bahwa} pôrôsis {pengerasan} apo {pada} merous {sebagian} tô israêl {orang israel} gegonen {terjadi} achris {hingga} hou to plêrôma {jumlah lengkap} tôn ethnôn {dari bangsa-bangsa (bukan yahudi)} eiselthê {telah masuk}
11:26 LAI TB, Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub. KJV, And so all Israel shall be saved: as it is written, There shall come out of Sion the Deliverer, and shall turn away ungodliness from Jacob: TR, και ουτως πας ισραηλ σωθησεται καθως γεγραπται ηξει εκ σιων ο ρυομενος και αποστρεψει ασεβειας απο ιακωβ Translit. interlinear, kai {dan} houtôs {dengan demikian} pas {seluruh} israêl {israel} sôthêsetai {akan diselamatkan} kathôs {seperti} gegraptai {tertulis} hêxei {akan datang} ek {dari} siôn {sion} ho ruomenos {Pembebas} kai {dan} apostrepsei {Ia akan menyingkirkan} asebeias {ketidaksalehan-ketidaksalehan} apo {dari} iakôb {yakub}
Sejumlah orang Israel yang tegar hatinya yang disebut adalah Roma 11:25 menunjuk kepada orang Yahudi lahiriah karen a keturunan, atau karena melaksanakan ritual keagamaan. Dalam Roma 9:27, 31; 10:19-21; 11:1-7 menunjuk kepada orang Yahudi lahiriah berdasarkan unsur keturunan atau ritual keagamaan. Jadi secara harfiah, seolah-olah orang Israel yang disebut dalam Roma 11 :26 adalah orang Israel lahiriah berdasarkan unsur keturunan atau ritual keagamaan, karena Roma 11:26-29 mengutip Yesaya 59:20 "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan daripada Yakub," dari Yesaya 27:9 "Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka" yang menunjuk kepada orang Yahudi lahiriah.
Namun, jikalau kita dengan teliti membandingkan ayat-ayat dalam surat Roma dan kitab Yesaya, maka akan ditemui perbedaannya. Hal ini disebabkan ayat yang dikutip dalam surat Roma itu diambil dari terjemahan LXX (Septuaginta), dan bukan dari naskah asli bahasa Ibrani. Kemungkinan karena faktor bahasa, para penerjemah LXX telah menambahkan arti yang sesuai dengan pengertiannya sendiri, sehingga tidak sarna dengan bahasa aslinya. (Catatan: Menurut pengertiannya sendiri, atau demi kelancaran susunan kalimat, para penerjemah telah menambahkan arti atau kata yang sebenarnya tidak ada dalam naskah bahasa aslinya. Hal ini dapat ditemui juga dalam berbagai terjemahan Alkitab. Oleh sebab itu, seringkali terjemahan-terjemahan Alkitab itu diakui oleh penerjemahnya sebagai yang paling sesuai dengan bahasa aslinya, sebenarnya hanya merupakan pendapat pribadi dan belum tentu yang paling sesuai dengan bahasa aslinya).
Kita baca :
* Yesaya 59:20 Dan Ia akan datang sebagai Penebus untuk Sion dan untuk orang-orang Yakub yang bertobat dari pemberontakannya (yaitu mereka yang bertobat, meninggalkan berhala, dan berbalik kepada Allah yang benar), demikianlah firman TUHAN.
Perjanjian antara Allah dan Yakub adalah:
* Yesaya 59:21 Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.
Kedua ayat ini menunjukkan bahwa perjanjian yang diadakan Allah dengan Yakub beserta keturunannya itu adalah perjanjian kekal yang bersyarat: mereka harus bertobat, meninggalkan dosa, kemudian barulah Penebus itu datang ke Sion, dan mengikat perjanjian kekal dengan mereka. Menaruh "Roh"-Nya dan "Firman"-Nya dalam mulut mereka dan keturunan mereka sampai selama-lamanya.
* Yesaya 27:9 Maka beginilah akan dihapuskan kesalahan Yakub dan inilah buahnya kalau ia menjauhkan dosanya: ia akan membuat segala batu mezbah seperti batu-batu kapur yang dipecah-pecahkan, sehingga tiada lagi tiang-tiang berhala dan pedupaan-pedupaan yang tinggal berdiri.
Yesaya 27:9 ini sangat jelas menyatakan bahwa dosa Yakub (yaitu dosa Israel) akan diampuni dan dihapuskan, dengan syarat harus menghancurkan semua mezbah dan tiang-tiang berhala. Kalau tidak, bukan hanya dosa mereka tidak akan diampuni, bahkan penghakiman Allah yang adil akan men imp a mereka, kota berkubu akan menjadi kediaman yang dikosongkan dan ditinggalkan seperti padang gurun; Allah Pencipta mereka tidak akan mengasihani mereka, dan tidak akan memberkati mereka (Yesaya 27:10-11).
Prinsip "bertobat meninggalkan dosa, berbalik kepada Allah yang benar, baru diberiarkan", bukan hanya diperuntukkan kepada orang Israel lahiriah karena keturunan dan ritual keagamaan, juga kepada bangsa-bangsa lain. Karena hanya ada satu Allah, maka hanya ada satu standar yang ditetapkan-Nya, dan Ia tidak memandang bulu.
Ketika rasul Paulus memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa yang ada di Atena, ia berkata kepada para pendengar:
* Kisa17:30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.
Oleh sebab itu, yang mau mendengar firman Allah, meninggalkan dosa dan berhala, bertobat dan berbalik kepada Allah yang benar, menerima anugerah penebusan dalam darah Yesus Kristus, maka Tuhan akan mengaruniakan kepadanya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12, 13), menjadi umat Allah, yaitu menjadi orang Israel sejati.
Kalau demikian, apakah artinya kalimat dalam Roma 11:26, "seluruh Israel akan diselamatkan?"Para pernafsir Alkitab mempunyai pendapat yang berbeda-beda. Dalam bahasa Yunani, "πας ισραηλ - pas israel" menunjuk kepada seluruh Israel, belum tentu berarti "seluruh keluarga Israel.
Kebanyakan penafsir beranggapan bahwa ketika Tuhan datang kembali, semua orang Israel yang beriman akan diselamatkan, tidak termasuk yang tidak beriman. Penafsir dari golongan Dispensasional beranggapan bahwa karena belas kasihan Allah, maka ketika Kristus datang kembali, semua keluarga Israel lahiriah secara keturunan itu melihat Mesias (Kristus) datang di atas awan-awan, akan bertobat dan percaya kepada-Nya.
Namun ditinjau dari sejarah Perjanjian Lama, selain Musa memimpin seluruh keluarga Israel keluar dari Mesir, 1.000 tahun kemudian, sampai rasul Paulus menulis surat kepada Jemaat di Roma, hanyalah "sisa" orang Israel yang sungguh-sungguh bertobat, yang tidak menyembah berhala dan berbalik kepada Allah yang benar (bandingkan Bilangan 14:20-24; 26:64-65; Yesaya 10:22; Hosea 1:10; Roma 9:27; 11:5). Dengan demikian, "seluruh keluarga Israel akan diselamatkan", atau "seluruh Israel akan diselamatkan" tentunya mempunyai pengertian yang lain.
Agustinus dari Hippo (354-430) beranggapan bahwa seluruh keluarga Israel itu menunjuk kepada jemaat, yaitu umat yang dipilih Allah, baik dari bangsa Yahudi maupun dari bangsa-bangsa lain (bangsa bukan Yahudi). Reformator John Calvin (1509-1564) dalam tafsiran surat Roma-nya menerima pandangan Agustinus ini.
Namun pada abad ke-19, Charles Hodge (1797-1878), seorang teolog dari Gereja Presbyterian Amerika Serikat, beranggapan bahwa seluruh orang Yahudi bukan menunjuk kepada jemaat.
Teolog Reformed Louis Berkof 0874-1953) beranggapan bahwa seluruh Israel menunjuk kepada orang-orang Israel yang terpilih sepanjang sejarah manusia.
Tetapi ditinjau dari sudut pandang surat Roma yang menitikberatkan "tidak ada perbedaan antara suku bangsa," maka seluruh Israel itu menunjuk kepada semua orang Kristen yang memperoleh anugerah keselamatan dalam Kristus, yang memiliki hidup Allah, mereka inilah yang disebut umat Allah, Israel yang sejati.
Apa yang dimaksudkan dengan "seluruh keluarga diselamatkan"? Apakah menunjuk kepada sekali diselamatkan? Ataukah menunjuk kepada kemenangan (diselamatkan) dalam hidup sehari-hari? Ataukah keberhasilan (diselamatkan) dalam pelayanan? Ataukah kelancaran (diselamatkan) dalam kehidupan sosial? Ataukah ada makna yang lain lagi? Jikalau kita hendak mengerti dengan tepat makna "diselamatkan" ini, maka kita perlu terlebih dulu menyelidiki makna dan pemakaian istilah "diselamatkan" dalam Perjanjian Baru.
V. MAKNA DAN PEMAKAIAN ISTILAH "DISELAMATKAN" DALAM PERJANJIAN BARU
1. Etimologi
Ditinjau dari asal kata dalam bahasa Yunani "soteria", yang memiliki beberapa pengertian: pembebasan (deliverance), pemeliharaan (preservation), keselama tan (salvatiom. Penentuan makna kata ini harus ditinjau dari pemakaiannya dalam kalimat yang lengkap, ayat yang lengkap, bahkan makna dari seluruh perikop yang bersangkutan. Misalnya:
a. Lukas 1:69, 71; Kisah Para Rasul 7:25 dan sebagainya, "Melepaskan orang Israel dari tangan musuh-musuhnya." Ini menunjukkan pelepasan dari keadaan yang sulit; juga diselamatkan satu kali dari kondisi tertekan. Namun tidak ada kaitannya dengan pengampunan dosa dan hidup kekal. Dalam Kisah Para Rasu127:34, kata ini menunjukkan Paulus beserta dengan penumpang kapal diselamatkan dari bahaya tenggelam; sedangkan dalam Filipi 1:19 menunjukkan Paulus dibebaskan dari penjara; dalam Ibrani 11:7 menunjukkan Nuh sekeluarga diselamatkan dari air bah; ayat-ayat di atas semuanya menunjuk kepada diselamatkan dari suatu kondisi, dan tidak ada kaitan dengan pengampunan dosa serta hidup kekal.
b. Matius 1:21; Kisah Para RasuI4:12; 5:31; 13:23; Roma 1:16; Efesus 1:13; 2:5, 8. Menunjukkan dosa diampuni dan hidup rohani yang diselamatkan, karen a beriman kepada Yesus Kristus dan menerima-Nya sebagai Juruselamat pribadi. Ini adalah diselamatkan satu kali untuk selama-lamanya. Segi negatif yaitu penebusan dari dosa, meninggalkan kuasa dan penghukuman dosa; segi positif yaitu memperoleh hidup kekal, menjadi anak-anak Allah. Ini adalah keselamatan hidup, yang satu kali untuk selama-lamanya.
c. Filipi 2:12; 2 Timotius 3:15-17; 1 Petrus 1:9; Roma 7:24-8:1. Menunjukkan orang Kristen di dalam kehidupan sehari-hari menaati pimpinan Roh Kudus untuk menjalankan kehendak Allah, dan setiap aspek perilaku dalam kehidupannya sesuai dengan kebenaran Alkitab. Keselamatan sehari-hari ini yaitu dalam setiap saat, untuk setiap hal. Tetapi bukan berarti diselamatkan (menang) dalam satu hal saja dapat menjamin akan keselamatan (kemenangan) dalam hal-hal yang lain. Oleh sebab itu, harus waspada dalam segala hal, senantiasa bersandar pada pimpinan, gerakan Roh Kudus, hidup penuh hikmat, menaati kebenaran Alkitab
d. Roma 8:24, 13:11; 1 Tesalonika 5:8-9; 2 Tesalonika 2:13; 1 Petrus 1:15; 2 Petrus 3:15. Menunjukkan ketika Kristus datang kembali, Allah akan melaksanakan penghakiman berdasarkan keadilan-Nya. Orang-orang percaya yang telah menerima penebusan Kristus dapat diselamatkan dari penghakirnan yang rnenakutkan itu. Ibrani 9:28 menyebutkan keselamatan ini tidak ada kaitannya dengan dosa.
e. Lukas 1:71. Menunjukkan harapan orang Israel akan kedatangan Mesias, untuk menyelamatkan rnereka dan rnendirikan kerajaan di burni, sama seperti kerajaan di zaman Daud dan Salomo. Namun ini hanyalah pengharapan nasionalis bangsa Israel, bukan berdasarkan perjanjian Tuhan. Orang Yahudi yang berpaham Sionisme tetap memegang konsep ini, yaitu ketika Mesias (yang diurapi) itu datang, Ia akan mendirikan kerajaan Israel di bumi. Golongan Dispensasional dan teolog-teolog yang dipengaruhi Sionisme rnernpunyai pandangan yang serupa. Masalah ini perlu didiskusikan lebih lanjut, di sini hanya membahas sebagian saja.
f. 2 Korintus 6:2; Ibrani 5:9; Yudas 3; 1 Korintus 3:6-15. Menunjukkan orang-orang percaya yang setia melayani menurut kehendak Allah dan bersandar pada pertolongan Roh Kudus, dan yang pelayanannya diperkenankan Tuhan. Ini dapat disebut sebagai keberhasilan dalam pekerjaan, atau keselamatan (diperkenankan Tuhan) pelayanan. Roma 9-11 menunjukkan kehendak Allah dalarn memilih Israel, yaitu agar mereka menjadi imam di antara bangsa-bangsa, menjadi saksi dan melayani Tuhan. Namun setelah mereka menerirna panggilan, perjanjian, hukum, tata ibadah, rnereka tidak melakukan kehendak Allah, dan tidak setia melayani, oleh sebab itu Tuhan tidak berkenan kepada mereka dan meninggalkan rnereka. Hal ini merupakan fakta pekerjaan orang Israel tidak berhasil dan tidak diselamatkan.
g. Lukas 19:9; Yohanes 4:42. Menunjukkan keselamatan pribadi dan seluruh kota karena menerirna Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yaitu keselamatan hidup.
Dengan demikian jelaslah bahwa istilah Yunani "diselamatkan" dan "keselamatan" yang digunakan dalarn Perjanjian Baru rnerniliki beberapa makna yang berbeda. Oleh sebab itu ketika hendak menentukan makna sebenarnya dari istilah tersebut, tidak dapat hanya dijelaskan secara sepihak, atau semua pernakaian istilah tersebut memiliki makna yang sama.
2. "Sozo" adalah kata kerja dari "keselamatan" yang merniliki arti yang sama dengan kata bendanya "soteria", tetapi penggunaan sebagai kata kerja ada sedikit perbedaan:
a. Matius 8:25; Markus 13:20; Lukas 23:35; Yohanes 12:27; 1 Timotius 2:15; 2 Timotius 4:18 rnenunjukkan diselamatkan dari kesulitan dan bahaya. Tetapi dalam Matius 9:22; Markus 5:34; Lukas 8:48; Yakobus 5:15, menunjukkan disembuhkan dari penyakit.
b. Kisah Para Rasul 2:47; 16:31; Roma 11:14; Efesus 2:5, 8; 1 Timotius 2:4; 2 Timotius 1:9, menunjukkan Allah langsung mengaruniakan hidup yang kekal kepada barangsiapa yang percaya Yesus sebagai Juruselamat pribadinya, ini adalah keselamatan hidup.
c. Matius 1:21; Roma 5:10; 1 Korintus 15:20; Ibrani 7:25; Yakobus 1:21; 1 Petrus 3:21, menunjukkan oleh kuasa yangdiberikan Kristus, orang percaya terlepas dari kuasa dosa, dapat dikatakan ini adalah diselamatkan dari belenggu dosa dalarn kehidupan sehari-hari.
d. Roma 5:9, menunjukkan ketika Tuhan menghakimi orang yang tidak percaya kepada-Nya, Yesus akan menyelamatkan orang percaya agar luput dari penghakiman itu.
e. Lukas 19:10; Yohanes 10:9; 1 Korintus 10:33; 1 Tirnotius 1:15, menunjukkan Allah mengaruniakan yang terbaik bagi orang bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus.
f. Matius 10:22; Markus 13:13, menunjukkan Tuhan mengaruniakan kekuatan bagi orang Kristen agar sabar dalam berbagai penderitaan, sampai mereka di selamatkan.
g. 1 Korintus 3:15; 5:5, menunjukkan ketika penghakiman atas pekerjaan dilaksanakan, mungkin orang Kristen kehilangan pahala, tetapi tidak kehilangan keselamatan.
Uraian di atas berdasarkan Expository Dictionary of New Testaments Words karangan W. E. Vine.
Tetapi bila ditinjau dari makna seluruh perikop atau ayat yang bersangkutan, maka selain diselamatkan, keselamatan dalam hidup dan kehidupan sehari-hari, juga menekankan keselamatan (keberhasilan) dalam pekerjaan dan pelayanan, atau memperoleh pahala karena diperkenankan Tuhan.
Seperti Tuhan Yesus menjanjikan pahala bagi pekerja yang rajin dan setia: Matius 16:27; 19:28-30; 25:14-30; Lukas 12:41-48; 19:.11-27; Wahyu 2:7, 11, 17,26,27 dan 3:5,12,21 dan seterusnya. Baik pahala: "misthos", maupun menang: "nikao", keduanya menunjukkan berhasil menjalankan tugas, memperoleh upah atau pahala karen a melayani seturut kehendak Tuhan. Rasul Paulus dalalam 1 Korintus 3:6-15 dengan jelas mengatakan bahwa setiap pekerja gereJa akan memperoleh pahala sesuai dengan usahanya.
Roma 9-12, seharusnya dimengerti sebagai kebenaran tentang pelayanan dalam rumah Tuhan. Karena Roma 1:1-17 adalah kata pengantar untuk surat Roma, Roma 1:18-32 membicarakan dosa seluruh umat manusia, baik orang bukan Yahudi ataupun orang Yahudi, yang memiliki hukum hati nurani atau yang memiliki Hukum Taurat, semuanya telah berdosa. Roma 3:21-31 membicarakan tentang di luar Hukum Taurat, Allah melalui penebusan yang dikaryakan oleh darah Kristus menyelamatkan setiap orang yang percaya, tidak membedakan suku bangsa. Roma 4:1-25 membicarakan Abraham orang Kasdim dan Daud orang Yahudi sebagai contoh dibenarkan karena iman, dan dosa diampuni. Roma 5:1-21 membicarakan anugerah dalam Kristus yang tak terukur dan tak terselami, bukan hanya melampaui segala kesusahan, juga melampaui dosa dan maut yang diturunkan oleh Adam. Pasal 6-8 menjelaskan ten tang masalah pengudusan dalam kehidupan sehari-hari. Pasal 9-11 membicarakan kebenaran ten tang pelayanan.
Maksud utama Allah memilih Abraham beserta anak cucunya ialah agar setelah mereka mengalami kuasa keselamatan dari Allah, dapat bersaksi kepada bangsa-bangsa lain, dan menuntun mereka berbalik untuk menyembah Allah yang benar dan esa. Namun setelah mereka menerima perintah Allah, bukan hanya mereka tidak mau menjadi saksi Allah, sebaliknya mereka menyia-nyiakan anugerah Allah dan melalaikan perintah Allah. Tetapi bagaimanapun pemberitaan anugerah keselamatan dalam Kristus tetap harus berlangsung. Karena orang Yahudi tidak rela menaati perintah Allah untuk melayani-Nya, maka Allah membangkitkan jemaat (gereja), yaitu mereka yang ditebus oleh darah Kristus untuk menjalankan amanat ini. Tetapi rasul Paulus memperingatkan jemaat, agar jangan serupa dengan orang Israel, yang setelah menerima anugerah keselamatan dan kebenaran Allah, tidak menjadi saksiNya dan tidak berbuah. Jikalau demikian, dalam menjalankan Amanat Agung, memberitakan Injil kepada semua bangsa, kemungkinan ada jemaat (gereja) yang akan ditebang. Juga ada kemungkinan ranting yang tidak berbuah yang telah dipatahkan itu - orang Israel, akan dicangkokkan kembali, yaitu yang lain, bukan seluruh suku bangsa itu.
Kita melihat jemaat (gereja) zaman Para Rasul, di antaranya ada orang Israel, juga ada bangsa-bangsa yang lain. Rasul-rasul generasi pertama adalah orang Yahudi, namun rekan kerja Rasul, seperti Lukas, Timotius dan sebagainya bukanlah orang Yahudi. Penatua, penilik, diaken dan lain-lain dalam jemaat (gereja) yang berada dalam wilayah kekaisaran Romawi tidak diharuskan berasal dari keturunan Yahudi.
Kita dapat melihat dalam Alkitab bahwa tidak semua (jemaat) gereja yang giat memberitakan Injil. Jemaat (gereja) Yerusalem berada dalam penganiayaan besar, barulah keluar memberitakan Injil kepada bangsa lain (Kisah 8:1-4). Demikian juga jemaat (gereja) di kota Roma yang tidak mementingkan pemberitaan Injil, sehingga rasul Paulus dalam Roma 15:14-29 menceritakan tentang bebannya untuk memberitakan Injil ke Spanyol, serta berharap jemaat di Roma dapat berperan serta dalam misi ke ujung bumi ini. Sebelum rasul Paulus membicarakan karunia-karunia rohani dalam Roma 12, dalam Roma 9-11 terlebih dulu ia mengambil contoh ketidaksetiaan orang Israel dalam panggilan dan penggunaan karunia rohani yang dianugerahkan Tuhan itu sebagai peringatan bagi jemaat zaman itu. Dengan demikian, Roma 11:25-27 membicarakan tentang keselamatan dalam pelayanan; bukan berbicara tentang keselamatan jiwa, atau kebangunan bangsa dan mendirikan kembali kerajaan Israel.
VI. PEMAKAIAN DAN MAKNA "DISELAMATKAN," "KESELAMATAN," "PENEBUSAN" DALAM SURAT ROMA
1. Roma 1:16 - Injil adalah Kekuatan Allah yang Menyelamatkan Setiap Orang yang Percaya.
* Roma 1:1-17, adalah kata pengantar Surat Roma:
1:1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.
1:2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci,
1:3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud,
1:4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.
1:5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya.
1:6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.
1:7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.
1:8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia.
1:9 Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu:
1:10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu.
1:11 Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu,
1:12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.
1:13 Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu -- tetapi hingga kini selalu aku terhalang -- agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain.
1:14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.
1:15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.
1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."
Ayat 1 : Injil adalah Injil Allah
Ayat 2-4 : lsi Injil yaitu Yesus Kritus, Firman menjadi manusia yang telah dijanjikan Allah sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya; oleh Roh Kudus Ia telah dibangkitkan dari an tara orang mati, dan bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa.
Ayat 5-7 : Injil ini dipercaya dan ditaati oleh semua bangsa, termasuk jemaat di Roma.
Ayat 8-15 : Harapan dan beban rasul Paulus terhadap jemaat di Roma.
Ayat 16-17 : Anugerah keselamatan Kristus adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.
Karena kedua ayat tersebut merupakan kata pengantar, juga merupakan pokok utama surat Roma, maka. Istilah "menyelamatkan" yang dipakai di sini menunjukkan kepada kuasa Allah yang besar yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.
"Menyelamatkan" ini bukan hanya menunjukkan bahwa Allah sanggup menyelamatkan roh manusia dari kuasa dosa, kematian dan setan sehingga beroleh hidup yang kekal; juga menyatakan kuasa Allah sanggup menolong orang Kristen menang atas pencobaan, tantangaan dalam kesulitan dalam kehidupan sehari-hari dan hidup seturut kehendak Allah. Seperti yang disebutkan dalam :
* Roma 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Juga memberikan suatu jaminan: Kuasa Allah yang besar Itu akan menolong setiap orang percaya yang taat kepada Allah sanggup melakukan pelayanan yang dipercayakan kepadanya. Dengan perkataan lain, Injil kekuatan Allah menyelamatkan hidup manusia, kehidupan sehari-hari, pekerjaan dan pelayanan. "Menyelamatkan" dalam bahasa Yunani merupakan kata kerja waktu sekarang, yang berarti "setiap saat menyelamatkan" " Ini adalah pengalaman setiap orang yang bersandar akan kuasaNya. Objek penyelamatan oleh kuasa Allah adalah setiap orang yang percaya dan taat kepada-Nya, tidak dibatasi oleh suku bangsa, strata sosial, latar belakang kebudayaan. Oleh sebab itu, "menyelamatkan" di sini merupakan keselamatan yang menyeluruh, dan anugerah keselamatan yang lengkap.
2. Roma 3:24 - Oleh Kasih Karunia telah Dibenarkan dengan cuma-cuma karena Penebusan dalam Kristus Yesus.
"απολυτρωσις – apolutrôsis" dalam bahasa Yunani berarti memakai suatu korban pengganti untuk membebaskan seorang budak atau tawanan. Ibrani 11:35, menggunakan istilah ini untuk menyatakan: Ada sebagian orang percaya demi mempertahankan kepercayaannya, membiarkan dirinya dianiaya dan tidak mau menerima pembebasan.
* Ibrani 11:35 LAI TB, Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik. KJV, Women received their dead raised to life again: and others were tortured, not accepting deliverance; that they might obtain a better resurrection: TR, ελαβον γυναικες εξ αναστασεως τους νεκρους αυτων αλλοι δε ετυμπανισθησαν ου προσδεξαμενοι την απολυτρωσιν ινα κρειττονος αναστασεως τυχωσιν Translit. interlinear, elabon {telah menerima} gunaikes {perempuan-perempuan} ex {karena} anastaseôs {kebangkitan} tous {orang-orang} nekrous {mati} autôn {dari mereka} alloi {yang lain} de {tetapi} etumpanisthêsan {disiksa} ou {tidak} prosdexamenoi {menerima} tên apolutrôsin {pembebasan} hina {supaya} kreittonos {yang lebih baik} anastaseôs {kebangkitan} tuchôsin {mereka beroleh}
Kita lihat ayat-ayat lainnya :
* Efesus 1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya. TR Translit, en hô echomen tên apolutrôsin dia tou haimatos autou tên aphesin tôn paraptômatôn kata ton plouton tês charitos autou
* Kolose 1:14 Di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. TR Translit, en hô echomen tên apolutrôsin dia tsb=tou aimatos autou tên aphesin tôn hamartiôn
* Ibrani 9:15 Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama. TR Translit, kai dia touto diathêkês kainês mesitês estin hopôs thanatou genomenou eis apolutrôsin tôn epi tê prôtê diathêkê parabaseôn tên epaggelian labôsin oi keklêmenoi tês aiôniou klêronomias
Ayat-ayat di atas semuanya membicarakan khasiat dari penebusan oleh darah Kristus, yaitu setiap orang yang percaya beroleh pengampunan dosa, menerima bagian kekal yang dijanjikan yaitu hidup yang kekal, tidak lagi dibelenggu dosa dan kuasa setan, dan dibenarkan oleh Allah. Dengan demikian, penebusan yang dibicarakan dalam Roma 3:24 adalah penebusan yang kekal, keselamatan yang satu kali untuk selama-lamanya, dan tidak membedakan suku bangsa satu dengan yang lain. Seperti yang diutarakan dalam Roma 3:22: "Kebenaran Allah karen a iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan." Setiap orang dari setiap suku bangsa di dunia ini yang ingin memperoleh keselamatan, maka ia, secara pribadi bukan kolektif, harus percaya akan penebusan dalam darah Kristus. Orang Yahudi juga adalah salah satu suku bangsa di dunia ini, jikalau mereka ingin memperoleh keselamatan, juga harus secara pribadi, masing-masing orang percaya akan anugerah keselamatan dalam darah Yesus Kristus, dan tidak ada keselamatan kolektif yang khusus.
3. Roma 7:24 - "Aku, Manusia Celaka! Siapakah yang akan Melepaskan Aku dari Tubuh Maut Ini?"
* Roma 7:24-25 7:24 LAI TB, Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? KJV, O wretched man that I am! who shall deliver me from the body of this death? TR, ταλαιπωρος εγω ανθρωπος τις με ρυσεται εκ του σωματος του θανατου τουτου Translit. interlinear, talaipôros {yang malang} egô {aku} anthrôpos {manusia} tis {siapakah} me {aku} rusetai {akan melepaskan} ek {dari} tou sômatos {tubuh} tou thanatou {(yang mendatangkan) maut} toutou {ini}
7:25 LAI TB, Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. KJV, 7:25a I thank God through Jesus Christ our Lord. TR, 7:25a ευχαριστω τω θεω δια ιησου χριστου του κυριου ημων Translit. interlinear, eucharistô {syukur} tô {kepada} theô {Allah} dia {melalui} iêsou {Yesus} christou {Kristus} tou kuriou {Tuhan} hêmôn {kita}
Kalimat ini diucapkan oleh rasul Paulus setelah ia diselamatkan, dalam kehidupan sehari-harinya, ia mengalami pergumulan antara dua hukum dalam hatinya:
"Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat." (ayat 19). Ini merupakan keluhan dan seruan dalam pengalaman hidupnya. Seorang yang telah diselamatkan, memiliki hidup Kristus dalam hatinya, tetapi tubuh jasmaninya tetap memiliki hukum dosa. Sifat dosa manusia inilah yang mendesaknya menerima godaan dosa, kemudian berbuat dosa, sehingga terjadilah pergumulan antara hukum yang baik dan hukum yang jahat di dalam hatinya. Dalam pergumulan ini, ketika hukum yang baik dicobai oleh hukum yang jahat, dan jika tidak memohon pertolongan dari Roh Kudus untuk menentangnya, maka ia pasti gagal. Itulah keluhan dan seruan rasul Paulus ketika mendapat serangan dari luar dan dalarn: Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut (hukum dosa) ini?"
"Menyelamatkan" dalam bahasa Yunani "ρυσεται - rhusetai", yang berasal dari kata "rhuomai" berarti menyelamatkan seorang sedang berada dalam kesulitan, Matins 6:13 "lepaskan kami dari yang jahat". 2 Korintus 1:10 "Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami ... "
Ketiga kata "menyelamatkan" berbeda dalam waktu, tetapi semuanya berasal dari akar kata yang sama "rhuomai".
2 Timotius 3:11, " ... Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku daripadanya." 2 Timotius 4:17, "... Dengan demikian aku lepas dari mulut singa."
Pemakaian kata."menyelamatkan" dalam ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan dilepaskan dari kesulitan hidup, dengan demikian menunjuk kepada keselamatan dalam kesulitan hidup sehari-hari. Keselamatan sehari-hari ini sangat dibutuhkan oleh setiap orang Kristen. Baik orang Kristen bukan Yahudi, Juga orang Kristen Yahudi mempunyai kebutuhan ini. Tidak ada perbedaan.
4. Roma11:26 - Dari Sion akan Datang Penebus, Ia akan Menyingkirkan Segala Kefasikan daripada Yakub.
* Roma 11:25-27 11:25 LAI TB, Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk. KJV, For I would not, brethren, that ye should be ignorant of this mystery, lest ye should be wise in your own conceits; that blindness in part is happened to Israel, until the fulness of the Gentiles be come in. TR, ου γαρ θελω υμας αγνοειν αδελφοι το μυστηριον τουτο ινα μη ητε παρ εαυτοις φρονιμοι οτι πωρωσις απο μερους τω ισραηλ γεγονεν αχρις ου το πληρωμα των εθνων εισελθη Translit. interlinear, ou {tidak} gar {sebab} thelô {aku ingin} humas {kamu} agnoein {tidak mengetahui} adelphoi {hai saudara-saudara} to mustêrion {rahasia} touto {ini} hina {agar} mê {jangan} ête {kamu adalah} par {dengan mengandalkan} heautois {dirimu} phronimoi {bijaksana} hoti {bahwa} pôrôsis {pengerasan} apo {pada} merous {sebagian} tô israêl {orang israel} gegonen {terjadi} achris {hingga} hou to plêrôma {jumlah lengkap} tôn ethnôn {dari bangsa-bangsa (bukan yahudi)} eiselthê {telah masuk}
11:26 LAI TB, Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub. KJV, And so all Israel shall be saved: as it is written, There shall come out of Sion the Deliverer, and shall turn away ungodliness from Jacob: TR, και ουτως πας ισραηλ σωθησεται καθως γεγραπται ηξει εκ σιων ο ρυομενος και αποστρεψει ασεβειας απο ιακωβ Translit. interlinear, kai {dan} houtôs {dengan demikian} pas {seluruh} israêl {israel} sôthêsetai {akan diselamatkan} kathôs {seperti} gegraptai {tertulis} hêxei {akan datang} ek {dari} siôn {sion} ho ruomenos {Pembebas} kai {dan} apostrepsei {Ia akan menyingkirkan} asebeias {ketidaksalehan-ketidaksalehan} apo {dari} iakôb {yakub}
11:27 LAI TB, Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka." KJV, For this is my covenant unto them, when I shall take away their sins. TR, και αυτη αυτοις η παρ εμου διαθηκη οταν αφελωμαι τας αμαρτιας αυτων Translit. interlinear, kai {dan} autê {ini} autois {kepada mereka} hê par {dari} emou {-Ku} diathêkê {pernyataan kehendak} hotan {apabila} aphelômai {Aku menghapuskan} tas hamartias {dosa-dosa} autôn {merela}
Ayat ini dalam bahasa Yunani yang diterjemahkan secara langsung ke dalam bahasa Inggris ialah: "And so all Israel will be saved, as it was been written: The One Delivering will come out ot Sion, He will turn away impiety from Jacob."
Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi: "Sebab itu seluruh orang Israel akan diselamatkan, seperti yang tertulis: Dari Sion akan datang seorang Penyelamat, yang akan menyingkirkan ketidaktaatan Yakub."
Untuk mengerti makna sebenarnva dari ayat 26, kita harus terlebih dulu mengerti makna sebenarnya dari ayat 25 dan 27. Ketiga ayat tersebut saling kait mengait, tidak bisa diartikan secara terpisah. Terjemahan langsung ayat 25:
"Sebab, saudara-saudara supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk." Ada tiga istilah penting dalam ayat ini:
a. "seluruh Israel," (πας ισραηλ - pas israêl)
b. "tegar," (πωρωσις – pôrôsis)
c. "jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk." (Roma 11:25)
a. "Seluruh Israel"
Siapakah seluruh Israel yang disebut dalam Roma 11:25,26 ini telah diuraikan dalam butir V pasal ini. Di sini penulis akan menguraikan "siapakah seluruh Israel" itu ditinjau mulai dari "Sejarah orang Yahudi dalam Perjanjian Lama" sampai "Siapakah orang Yahudi masa kini ?"
2 Raja-raja 17 mencatat: Sekitar tahun 721 SM, setelah raja Asyur mengalahkan 10 suku Israel di utara, ia mengangkut orang dari Babel, Kuta, Awa, Hamat dan Sefarwaim, lalu menyuruh mereka diam di kota-kota Samaria menggantikan orang Israel. Sedangkan orang-orang Israel yang tertawan diangkut ke pembuangan, Raja Asyur menempatkan mereka di Halah, pada sungai Habor di negeri Gozan dan di kota¬kota orang Madai. Bukan hanya orang-orang Israel yang tertawan itu berbaur dengan orang-orang asing, tetapi juga orang-orang Israel yang tertinggal di kota-kota Samaria berbaur dengan orang pendatang, sehingga melahirkan orang Samaria. Pada tahun 606-586 SM, setelah 2 suku Israel di Selatan, kerajaan Yehuda 3 kali ditawan oleh raja Babel dan diangkut ke negeri Kasdim, juga berbaur dengan bangsa asing. Oleh sebab itu, pada tahun 536 SM, ketika masa pemerintahan Koresy, raja Persia, Nehemia dan Ezra memimpin orang Yahudi kembali ke Yerusalem. ditemukan tidak sedikit orang Yahudi yang berbaur dengan bangsa asing (bandingkan Ezra 10; Neh. 13). Namun suku Yehuda di Selatan itu masih memelihara silsilah kerajaan, sehingga sampai waktu kelahiran Yesus, masih ditemukan daftar silsilah (Matius 1:1-17; Lukas 3:23-38 ). Dalam sejarah bangsa Yahudi, periode tahun 516 SM sampai tahun 70 disebut Second Jewish Commonwealth. Pada masa itu mereka dijajah oleh Persia, Yunani, Siria dan Romawi.
Mulai tahun 70, orang Yahudi menyebutnya Era Kekristenan (Christisn Era). Pada masa itu, orang Yahudi di Palestina tersebar ke seluruh dunia. Selain ke Timur Tengah, juga ke Italia, Spanyol, Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, Polandia, Rusia di Eropa, juga ke China di Asia, Amerika Serikat Meksi~o di Amerika, Etiopia dan Mesir di Afrika, dan sebagainya. Sejak itu tidak dapat ditemukan lagi daftar silsilah mereka.
Bandingkan:
1. What is a Jew? by Rabbai Morris N. Kerizer, Collier Books, N.Y. 1979.
2. A History of The fewish People, by Max 1. Margolis and Alexander Marx.
3. A History of The Jews, by Solomom G. Rayzel.
4. Tsar Nicholas I and The Jew, by Michael Stanis Lawski.
5. The Jews of Georgian England, by Todd M. Endelman.
6. Mandarins, Jews and Missionaries, by Michael Pollak.
7. The Jews of Arab Land, by Norman A. Stillman.
8. Spain, The Jews, and Franco, by Haim Avni.
Buku-buku tersebut di atas diterbitkan oleh The Jewish Publication Society, Philadelphia, P A.
Dalam buku Who was A Jew? karangan Lawrence H. Schlffman (Ktav. Publishing House, N.J. 1985), diperkenalkan 2 cara untuk mengetahui "Siapakah orang Yahudi masa kini? pertama, yaitu berdasarkan kelahiran lahiriah; dan kedua, berdasarkan pertobatan menjadi orang Yahudi. Terlahir orang Yahudi yaitu orang Yahudi yang lahir melalui kandungan ibunya dapat disebut orang Yahudi. Hal ini menurut definisi agama Yahudi (The Tannatic Definition).
Mengenai pertobatan masuk ke agama Yahudi, harus memenuhi 4 prasyarat:
(a) menerima Taurat (Torah) (biasa diterjemahkan Hukum; dalam bahasa Ibrani berarti mendidik, yaitu 5 kitab Musa):
(b) yang lelaki disunat;
(c) dibaptis;
(d) mempersembahkan korban (setelah kota Yerusalem dihancurkan, tidak ada lagi tuntutan ini).
Sebenarnya orang Yahudi golongan ini hanya bersifat ritual keagamaan dan kebudayaan, dan orang Yahudi secara keturunan. Anak-anak dari ibu yang berbangsa negara Yahudi, tetapi ayahnya adalah dari bangsa lain, disebut orang Yahudi campuran. Selama 2.000 tahun, beberapa kali orang Yahudi telah berbaur dengan bangs a asing, dengan demikian persentasi keaslian orang Yahudi keturunan semakin berkurang. Oleh sebab itu, yang disebut orang Yahudi tidak lagi menunjuk kepada orang Yahudi secara keturunan, tetapi menunjuk kepada orang Yahudi secara ritual keagamaan atau kebudayaan.
Masyarakat Yahudi di berbagai tempat di dunia dewasa ini mempunyai hak mutlak untuk menentukan keyahudian seseorang. Dasar penetapan mereka adalah: Apakah ibu yang bersangkutan adalah seorang Yahudi? Apakah yang bersangkutan bertekad masuk agama Yahudi, dan menaati semua ketetapan dan doktrin agama Yahudi? Pada zaman Ezra, karena takutnya kepada orang Yahudi, ban yak rakyat Persia yang masuk warga negara Yahudi (Ezra 8:17). Pada zaman Kisah Para Rasul juga ada orang Yahudi yang masuk agama Yahudi (Kisah 6:5; 13:43).
Jadi jelaslah bahwa yang dewasa ini disebut orang Yahudi sangat berbeda dengan orang Yahudi yang disebut dalam Perjanjian Lama, yang terlahir dari ayah orang Yahudi, termasuk dalam 12 suku Israel dan memiliki silsilah.
Dewasa ini yang disebut orang Yahudi kebanyakan adalah orang Yahudi secara ritual agama. Orang-orang Yahudi ini dibagi dalam beberapa golongan: orang Yahudi Ortodoks, orang Yahudi Konservatif, dan orang Yahudi Reformasi.
Orang Yahudi Ortodoks masih tetap menantikan kedatangan Mesias, untuk mendirikan kembali Kerajaan Israel di Palestina, Yerusalem sebagai ibu kotanya, dan Bait Allah sebagai pusat ibadah mereka. Mereka menolak pemerintahan Israel merdeka yang didirikan pada tahun 1948. Orang Yahudi Konservatif dan Reformasi lebih mementingkan perbaikan kondisi masyarakat, kemajuan ekonomi dan kekuatan politik. Dewasa ini banyak sekali orang Yahudi yang tidak pereaya akan adanya Allah yang benar dan esa, dan menentang kekristenan. Jikalau seeara objektif kita menyelidiki siapakah orang Yahudi, maka kita akan menemukan bahwa ban yak hal yang tidak seperti anggapan kita ten tang orang Yahudi. Jikalau orang Yahudi dewasa ini tidak sama dengan yang disebutkan dalam Perjanjian Lama, maka tentunya "seluruh Israel" yang disebut dalam Roma 11:25,26 bukanlah orang Yahudi seeara keturunan, tetapi menunjuk kepada yang lain.
b. "Tegar"
"Tegar" dalam bahasa Yunani "πωρωσις – pôrôsis" yang menunjuk sejenis batu. Biasanya istilah ini digunakan untuk melukiskan seseorang yang lamban dalam berpikir, bodoh, tidak lincah atau kaku.
Markus 3:5 mengatakan hati yang "degil" bagi orang Yahudi yang menentang Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat.
* Markus 3:5 LAI TB, Ia berdukacita karena kedegilan (hati) mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. KJV, And when he had looked round about on them with anger, being grieved for the hardness of their hearts, he saith unto the man, Stretch forth thine hand. And he stretched it out: and his hand was restored whole as the other. TR, και περιβλεψαμενος αυτους μετ οργης συλλυπουμενος επι τη πωρωσει της καρδιας αυτων λεγει τω ανθρωπω εκτεινον την χειρα σου και εξετεινεν και αποκατεσταθη η χειρ αυτου υγιης ως η αλλη Translit., kai periblepsamenos autous met orgês sullupoumenos epi tê pôrôsei tês kardias autôn legei tô anthrôpô ekteinon tên cheira sou kai exeteinen kai apokatestathê hê cheir autou hugiês hôs hê allê
Efesus 4:18 mengatakan tentang orang kafir (orang yang tak mengenal Allah) adalah orang yang pengertiannya gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
* Efesus 4:18 LAI TB, dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. KJV, Having the understanding darkened, being alienated from the life of God through the ignorance that is in them, because of the blindness of their heart: TR, εσκοτισμενοι τη διανοια οντες απηλλοτριωμενοι της ζωης του θεου δια την αγνοιαν την ουσαν εν αυτοις δια την πωρωσιν της καρδιας αυτων Translit., eskotismenoi tê dianoia hontes apêllotriômenoi tês zôês tou theou dia tên agnoian tên ousan en autois dia tên pôrôsin tês kardias autôn
Ayat-ayat di atas jelas menyatakan orang 'Yahudi dan orang kafir sama-sama degil hatinya (keras hati). Seseorang yang menjauhkan diri dari persekutuan dengan Allah, tidak mengerti kebenaran, bahkan menentang kebenaran, maka kemungkinan ia berhati keras. Ini bukanlah masalah suku bangsa, tetapi masalah sikap terhadap kebenaran dan relasi dengan Allah.
Dalam Kitab Keluaran, disebutkan Firaun dan orang Mesir berkeras hati (Keluaran 7:3, 13, 22; 14:17 dan sebagainya). Kitab Yehezkiel juga menyebut orang Yahudi yang tertawan itu keras kepala dan tegar hati (Yehezkiel 2:4). Di antara murid-murid Yesus, ada yang degil hatinya sehingga tidak pereaya akan kesaksian kebangkitan Kristus (Markus 16:14). Di Efesus, Paulus berkhotbah dengan berani selama 3 bulan, ada sebagian orang yang tegar hatinya dan tidak mau pereaya, malahan mengumpat jalan Tuhan di depan orang banyak (Kisah 19:8, 9). Di dalam jemaat Roma dan jemaat Korintus juga ada sebagian orang yang tegar hatinya dan tidak pereaya (Roma 2:5; 2 Korintus 3:14). Jelaslah bahwa ketegaran hati" adalah hal yang lazim dalam sepanjang sejarah, ada pada setiap suku bangsa, bahkan ada di antara pemimpin gereja di mana-mana.
"Sebagian dari Israel telah menjadi tegar." Dalam bahasa Yunani menunjukkan bahwa ada sebagian orang Isreal yang tetap tegar hatinya, dan ada sebagian yang tidak tegar hati. Seperti yang tereantum dalam Keluaran 32, 33: sebaglan besar orang Israel yang berkeras hati menyembah berhala, tetapi masih ada sebagian keeil orang Lewi yang taat kepada firman Tuhan. Pada zaman Samuel, orang Filistin Juga mengeraskan hatinya sepeti orang Mesir (1 Samuel 6:6). Ketika Hosea menjadi raja atas Israel, orang Israel tidak menaati Hukum Taurat yang diberikan Allah melalui para nabi, mereka menegarkan tengkuknya, tidak percaya kepada TUHAN, Allah mereka, sehingga TUHAN sangat murka terhadap mereka dan menjauhkan mereka dari hadapan-Nya (2 Raja 17:1-18 ).
Berulang kali Nabi Yeremia menegur orang Yahudi yang tegar hati, tidak taat dan tidak mau menerima teguran (Yeremia 7:26; 17:23; 19:15 dan sebagainya). Ketika Stefanus menyaksikan Tuhan Yesus yang bangkit, juga menegur orang Yahudi yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, yang selalu menentang Roh Kudus (Kisah 7:51). Di antara orang-orang Yahudi yang tegar tengkuk itu, masih terdapat sebagian orang yang rela menaati firman Tuhan, bertobat dan berbalik kepada Tuhan. Jelaslah bahwa ketegaran hati bukanlah persoalan keturunan, melainkan sikap manusia terhadap firman Tuhan; bukan seluruh bangsa, melainkan pribadi lepas pribadi.
c. "Sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk"
Dalam Alkitab bahasa Mandarin diterjemahkan "orang kafir." Dalam bahasa Yunani disebut "εθνων - ethnôn", yang menunjukkan segala bangsa, artinya setiap bangsa. Kata ini dalam Kisah Para Rasul 10:35 diterjemahkan "bangsa manapun," dalam Lukas 7:5 diterjemahkan "bangsa." Sebagian menunjukkan tiap bangsa. Ketika Paulus menulis suratnya, paling sedikit silsilah suku Yehuda dan Benyamin dapat dijadikan bahan penelitian untuk mengetahui siapa orang Yahudi, dan siapa yang bukan orang Yahudi. Walaupun ada sebagian yang campuran. Tetapi setelah tahun 70, orang-orang Yahudi tersebar ke seluruh dunia, bukan hanya banyak yang berbaur dengan bangsa lain, bahkan sulit sekali menyelidiki keturunan mereka, karena tidak lagi memiliki daftar silsilah, sehingga sulit sekali untuk menentukan siapa orang Yahudi dan siapa yang bukan orang Yahudi. Tetapi istilah "bangsa-bangsa" juga termasuk orang Israel di dalamnya. Jika kita merenungkannya dari tema pokok seluruh surat Roma: Semua orang adalah sama di hadapan Allah, maka "bangsa-bangsa" menunjuk kepada setiap bangsa yang mendengarkan anugerah keselamatan dalam darah Kristus, yang kemudian menerima Yesus sebagai Juruselamat itu menjadi jumlah yang penuh. Ini tidak berarti Tuhan menyediakan satu keselamatan bagi tiap bangsa, dan keselamatan yang lain bagi orang Yahudi.
Oleh sebab itu, rahasia Roma 11:25 menunjukkan persamaan hak setiap bangsa dalam anugerah keselamatan. Tidak ada perbedaan karena zaman ataupun karena ras. Ada sebagian orang Yahudi yang tegar hatinya, juga ada sebagian orang dari bangsa-bangsa lain yang tegar hati; ada sebagian orang yang beragama lain yang tegar hati, juga ada orang Kristen yang tegar hatinya. Allah membiarkan mereka mengeraskan hati mereka, dan tidak mau mendengarkan perintah-Nya, tidak mau percaya kepada Injil, mempunyai fungsi saling bekerja sama, " Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu." (Roma 11:11). Allah memakai "pelanggaran sebagian orang Kristen dari tiap bangsa, agar keselamatan sampai kepada bangsa-bangsa lain" hingga jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain itu masuk.
Setelah mengerti akan Roma 11:25, maka apakah arti keselamatan "seluruh Israel" dalam ayat 26?
Dalam butir VI telah dibahas makna dan penggunaan istilah "diselamatkan" dalam Roma 9-12 yang menunjukkan kebenaran ten tang pelayanan yang ditinjau menurut isi seluruh Surat Roma. Di bagian ini akan dibahas berdasarkan tujuan utama Allah memilih Israel dan gereja-Nya.
Ketika Allah memilih Abram, ia berkata, "Aku akan membuat engkau menjadi bangsa besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat ... dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." (Kejadian 12:2,3). Ketika Abram berusia 99 tahun, Allah mengadakan perjanjian dengannya serta berkata, "Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa," dan mengubah namanya menjadi Abraham (Kejadian 17:2-5). Setelah orang Israel keluar dari Mesir dan berada di padang belantara, melalui Musa Tuhan berkata kepada mereka: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus." (Kejadian 19:5-6).
Dalam Roma 9, rasul Paulus mengungkapkan kesedihannya terhadap orang Yahudi sebangsanya yang tidak mengerti ten tang tujuan Allah memanggil mereka, yaitu agar mereka menjadi saksi-Nya di antara bangsa-bangsa, supaya semua bangsa beroleh berkat. Allah memilih Ishak, karena Ishak rela mempersembahkan dirinya sebagai korban yang hidup, melakukan apa yang diperkenankan Allah, menyaksikan Allah di tengah-tengah bangsa Filistin yang tidak mengenal Allah: Yahweh (YHWH Adonai) adalah Allah yang Esa dan benar, dan sumber berkat (bandingkan Kejadian 22, 26). Allah mengasihi Yakub, memilih Yakub, karena ia menghargai hak kesulungan untuk melayani Tuhan (bandingkan Kejadian 25:21034; 27; 28:20-22). Ketika Yakub memberkati Yusuf, ia berkata, "Nenekku dan ayahku, Abraham dan Ishak telah hidup di hadapan Allah; Allah itu, sebagai Allah yang telah menjadi gembalaku selama hidupku sampai sekarang, dan sebagai Malaikat yang telah melepaskan aku dari segala bahaya ... " (Kejadian 48:15).
Ketika Allah menyatakan kepada Musa tentang tujuan-Nya menyelamatkan bangsa Israel, berulang kali Ia berkata, "beribadah kepada-Ku" (Ke1uaran 3:12; 4:23; 7:16; 8:1, 20). Menjelang akhir hidupnya, Yosua menasihati orang Israel agar mereka takut kepada Allah, beribadah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Ia juga menyatakan tekadnya, "Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN" (Yosua 24:14, 15).
Dosa terbesar dalam sepanjang sejarah bangsa Israel adalah menyembah berhala dan tidak mau beribadah kepada Allah. Alasan utama bangsa Israel ditolak oleh Allah, adalah karena mereka tidak beribadah kepada-Nya sesuai kehendak-Nya. dan tidak menjadi saksi bagi-Nya di tengah-tengah bangsa lain (bandingkan Ulangan 28:15-68; l Samuel 8.7-9, 1 Raja 9:6-9'11:30-35; 13:33-34; 2 Tawarikh 7:19-22 dan sebagainya). Karena bangsa Israel melepaskan hak istimewa untuk beribadah kepada Allah, maka Allah menolak mereka.
Melalui penebusan Kristus, Allah memilih gereja untukberibadah kepada-Nya dan menjadi saksi bagi-Nya di tengah-tengah bangsa lain (Lukas 24:47-48; Kisah 1:8 ).
Oleh sebab itu ditinjau dari seluruh kebenaran Alkitab, "seluruh Israel akan diselamatkan" dalam Roma 11:25,26 menunjuk kepada keselamatan dalam pelayanan. Dalam Yesus Kristus Allah memilih gereja untuk benbadah kepada-Nya, dan oleh kuasa dan karunia yang diberikan Roh Kudus, mereka mempu menunaikan amanat agung tersebut, dan sanggup memperluaskan kerajaanNya. Bangsa-bangsa dipersatukan dalam tubuh Kristus : satu tubuh, satu Roh, dipanggil dalam satu pengharapan. Karunia-karnia Roh yang dianugerahkanNya adalah untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus. Jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa menunjuk kepada jumlah yang penuh dari setiap bangsa yang masuk dan melayani didalam kebun anggur Kristus.
VII. KESIMPULAN
Ditiniau dari seluruh kebenaran Alkitab, di dalam karya penebusan Kristus tidak ada perbedaan suku bangsa, tidak ada dua jenis keselamatan.
Iniil Allah bukan hanya berkuasa menyelamatkan manusia dan memberikan kepada mereka hidup yang kekal, juga senantiasa memberikan keselamatan bagi orang Kristen dalam kehidupan sehari-hari, agar mereka memiliki hidup yang kudus, dan sanggup berperan serta dalam pelayanan gerejawi. Dibawah pimpinan Roh Kudus, memfungsikan karunia Roh yang dianugerahkan-Nya, tekun dan setia dalam pekerjaan pelayanan dan pembentaan Injil, bagi pembangunan tubuh Kristus. Kita harus bersandar bimbingan Roh Kudus mengenal doktrin Alkitab yang menyeluruh, dan menjadikannya standar dan peringatan bagi seluruh kehidupan dan pelayanan.
Sumber :
Dr. Peter Wongso,Hamba Tuhan dan Jemaat Kristus yang Melintasi Zaman, Saat, Malang, 2002. p 63-96. Penerjemah Ev. Amy Kho, Sm.Th.